AI Indosat Saring 2 Miliar Spam, Cegah Kerugian Rp8,4 Triliun

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Setengah tahunsetelah diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat OoredooHutchison (Indosat atau IOH) diklaim berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliarpanggilan, pesan, dan tautan yang terindikasispamdanscam.

Fitur anti spam dan scam ini hadir bagi seluruh pelanggandengan nama layanan SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) untuk pengguna IM3.Sementara itu, pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scamdengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.

Kehadiran ini juga mendorong pelanggan untuk ikut melakukanpencegahan dengan melakukan peningkatan pengalaman. Sebanyak 2,5 juta penggunatelah melakukan hal ini dan sebanyak 124 ribu nomor telah terdeteksi melakukanaksi penipuan.






Dari data yang dibagikan, sebagian besar SMS hinggapanggilan yang dideteksi oleh platform berbasis AI milik mereka berupa moduspenipuan OTP, Phishing dan juga undian palsu.

Indosat juga mencatat periode waktu dimana modus-modus inimengalami peningkatan. Hari raya, musim belanja daring dan masa pencairanbantuan sosial menjadi periode rawan yang banyak digunakan untuk menyebar pesandan telepon spam dan scam.

Perlindungan dari modus scam dan spam yang dihadirkanIndosat juga disebut telah membantu pencegahan kerugian finansial hingga USD500juta atau sekitar Rp8,4 triliun. Alhasil, lebih dari 95 persen pelanggan merasalebih terlindungi oleh fitur tersebut.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive OfficerIndosat Ooredoo Hutchison mengatakan bahwa adanya fitur ini merupakan bentukkomitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan.

“Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla,kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI dijaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,”katanya.

Uday Reddy, Founder Chairman & CEO of TanlaPlatforms–yang menjadi mitra strategis Indosat dalam pengembangan fitur ini,menjelaskan bahwa kolaborasi keduanya mencerminkan komitmen untuk menciptakaninovasi yang berdampak nyata pada industri.






“Melalui Wisely AI, kami membantu melindungi masyarakatIndonesia dan mendorong adaptasi digital di penjuru negeri. Kami juga terbukauntuk masukan dan senang dengan kesempatan yang diberikan untuk turut membantumemberdayakan masa depan digital Indonesia,” tambahnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia turutmengapresiasi kehadiran layanan tersebut dan mengatakan bahwa ini menjadicontoh nyata pemanfaatan AI yang tepat.

“Kami mendorong pelaku industri untuk mengimplementasikanhal serupa demi terciptanya ekosistem digital yang lebih aman,” kata NezarPatria, Wakil Menteri Komdigi.

Sementara itu, sebagai mitra strategis Indosat, Tanlaberperan dalam mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadappola kejahatan digital. Sistem ini memiliki tingkat akurasi hingga 99 persendan terus disempurnakan melalui pembelajaran data secara berkelanjutan. 

Terdapat beberapa perlindungan yang bisa digunakan pelangganIndosat terkait fitur ini, antara lain auto blokir SMS penipuan, deteksipanggilan berisiko berbasis VoIP, pop-up notifikasi panggilan telepon sesuaitingkat risiko, ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi dan integrasiperlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+.