Akses Internet Iran Mati Total, Bantuan Starlink Dihalau Pemerintah

pada 5 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idInternetberbasis satelit, Starlink selalu hadir di wilayah yang sedang mengalamimusibah atau konflik secara gratis untuk membantu mereka tetap berkomunikasidengan lancar. Sebut saja Indonesia hingga Venezuela menjadi negara yangterbantu oleh internet Elon Musk tersebut.

Sayangnya, bantuan tersebut tidak berjalan lancar di Iran.Di tengah aksi internet blackout yang melanda ratusan wilayah di Iran, jaringaninternet gratis dari Starlink turut dihalau oleh pihak militer setempat.

Ini jadi insiden pemblokiran pertama untuk Starlink, karenasebelum-sebelumnya bantuan internet dari SpaceX selalu disambut baik oleh semuapihak.

Melansir dari Forbes, Senin, (12/01), Iran turut mengerahkanpengganggu sinyal militer untuk mematikan akses ke Starlink. Ini menimbulkandampak besar karena Starlink hadir sebagai konektivitas alternatif bagi parademonstran dan aktivis anti-pemerintah ketika akses internet domestik diputus.




“Meski dilaporkan ada puluhan ribu unit Starlink beroperasidi Iran, pemadaman listrik juga telah mencapai koneksi satelit,” lapor pihakIron Wire.

Pada awalnya, hanya sekitar 30 persen lalu lintas uplink dandownlink Starlink yang terganggu tapi angka ini terus meningkat dalam hitunganjam, hingga akhirnya gangguan mencapai 80 persen.

Amir Rashidi, peneliti jaringan internet mengatakan bahwajenis gangguan ini disebabkan oleh peralatan militer yang dikenal sebagaijammersdan pertama kali muncul kali ini setelah 20 tahun meneliti terkait aksesinternet.

Ia menambahkan bahwa teknologi yang digunakan oleh militerIran tersebut sangat canggih dan berstandar militer, dan kemungkinan besardisuplai oleh Rusia atau China.

Jammersini atau pengganggu sinyal tersebar luashampir di seluruh wilayah Iran sehingga kondisi layanan Starlink bervariasitergantung lokasi: beberapa daerah memiliki konektivitas yang relatif lebihbaik, sementara yang lain jauh lebih buruk.




Hingga saat ini, gelombang protes anti-pemerintah yangterjadi di Iran semakin meluas dan memanas, bahkan korban jiwa yang jatuh dalamdemonstrasi skala nasional ini mencapai 500 orang lebih.

Pemerintah Iran pun kemudian mencabut akses internet diseluruh wilayah untuk meredam protes tersebut. Pencabutan akses ini sudahterjadi secara berhari-hari, tepatnya semenjak tanggal 8 Januari 2026 hinggasaat ini, Senin, (12/01).

Melansir dari The Guardian, saat pemadaman listrik dimulai,90 persen lalu lintas internet ke Iran turut menghilang. Panggilaninternasional ke negara tersebut tampaknya diblokir dan ponsel domestik tidakdapat digunakan. Tingkat pemadaman di Iran kali ini memiliki skala yang lebihtinggi dan dianggap belum pernah terjadi sebelumnya.