Apple Punya Fitur Spatial Reframing, Beda Jauh dari Android

pada 4 hari lalu - by
Advertising
Advertising

Cupertino, Amerika Serikat,Uzone.id-Dari sekian banyak fitur AI yang dipamerkan Apple di ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) 2026, ada satu fitur yang justru sangat menarik perhatian, namanya Spatial Reframing. 

Awalnya, kami merasa kalau fitur ini cuma ‘gimmick’ doang, gak ada bedanya dengan fitur editing foto bawaan yang ada dismartphoneAndroid. Agak wajar juga punya prasangka seperti itu,tohsuka ada saja beberapa fitur baru yang dipersembahkan Apple, tapi sudah lebih dulu hadir di perangkat Android. 

Tapi ternyata anggapan kami salah. Spatial Reframing bukan sekadar fitur untuk memperluas gambar atau menghapus objek dari foto. Fitur ini memungkinkan kalian untuk mengubah angle, perspektif, sampai zoom pada foto yang sudah diambil.

Kurang lebih, cara kerja Spatial Reframing seperti ini. Apple Intelligence akan memindai foto yang ingin di-edit, lalu kalian bisa menggeser jari di layar untuk mengubah sudut pandang foto. Kalian juga bisa melakukanpinchuntuk memperbesar atau memperkecil foto. 

Saat perspektif foto diubah, Spatial Reframing akan berusaha mempertahankan sebanyak mungkin bagian asli dari foto tersebut. Bagian yang perlu dilengkapi oleh AI akan ditandai dengan efek blur, sehingga kalian bisa melihat area mana yang masih berasal dari foto asli dan area mana yang akan diisi oleh AI.


Setelah menemukan komposisi yang pas, kalian tinggal menekan tombol Reframe. Nah, barulah Apple Intelligence akan memproses gambar dan menghasilkan foto baru sesuai angle yang sudah dipilih.

Yang bikin fitur ini menarik, kalian bisa melihat perubahan perspektif tersebut secara real-time saat menggerakkan jari di layar. Jadi, bukan cuma memilih filter atau menekan tombol edit, tapi benar-benar mengatur ulang sudut pandang foto secara lebih interaktif.

Apple menyebut Spatial Reframing dikembangkan dari teknologispatial computingdanvisual intelligenceyang sebelumnya banyak dikaitkan dengan visionOS serta Apple Vision Pro. Untuk memprosesnya, Apple memanfaatkan model spasial secaraon-device, serta dukungan Private Cloud Compute.

Selain Spatial Reframing, Apple juga menambah fitur Extend untuk memperluas gambar dan meningkatkan kemampuan Clean Up—fitur untuk menghapus objek yang tidak diinginkan pada gambar. 

Spatial Reframing dan dua fitur lainnya menjadi salah satu bagian dari upgrade besar Apple untuk iOS 27 dan iPadOS 27. Adapun, versi Developer Beta dari sistem operasi ini sudah bergulir untuk para developer. Sementara versi Public Beta bisa dijajal pada Juli mendatang, dan OS versi finalnya akan dirilis pada musim gugur tahun ini.