Arus Balik Lebaran 2026, 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek

Uzone.id- Selama periode arus balik Lebaran, yang berlangsung dari H-10 hingga H+5, tepatnya antara tanggal 11 sampai 26 Maret 2026, tercatat total kumulatif 2.357.203 kendaraan telah memasuki wilayah Jabotabek.
Penghitungan angka tersebut diambil dari arus lalu lintas di empat gerbang tol (GT) utama, mulai dari GT Cikampek Utama yang melayani kendaraan dari arah Trans-Jawa, GT Kalihurip Utama untuk arah Bandung, GT Cikupa untuk kendaraan dari Merak, serta GT Ciawi bagi kendaraan yang datang dari arah Puncak.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut masih jauh dari perkiraan total proyeksi.
“Sebanyak 2,3 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tersebut merupakan 69,45 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026,” kata Rivan dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).
Pergerakan arus lalu lintas menuju Jabotabek saat itu didominasi oleh kendaraan yang datang dari arah timur, dengan jumlah mencapai 1.071.678 unit.
Kendaraan dari arah timur ini terdiri atas 559.529 unit yang melintas dari Trans-Jawa melalui GT Cikampek Utama, dan sebanyak 512.149 unit lainnya berasal dari Bandung yang masuk melalui GT Kalihurip Utama.
Sementara itu, kendaraan yang datang dari jalur barat, yakni Jalan Tol Tangerang–Merak dan masuk melalui GT Cikupa, tercatat sebanyak 715.045 unit.
Angka ini menunjukkan penurunan volume lalu lintas sebesar 2,8 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal.
Di sisi lain, arus kendaraan dari arah Puncak melalui Jalan Tol Jagorawi justru mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen dari kondisi normal, dengan total 570.480 kendaraan yang tercatat.
Rivan menambahkan, kepadatan potensial di jalan tol tidak hanya disebabkan oleh peningkatan volume lalu lintas dibandingkan kondisi biasa, tetapi juga oleh tingginya aktivitas di rest area.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perencanaan perjalanan yang cermat menjadi kunci, termasuk mempertimbangkan pemanfaatan rest area alternatif di luar area jalan tol.
“Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan rest area alternatif di sepanjang ruas Tol Trans-Jawa, mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo Km 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek Km 72, yang berada tidak jauh dari akses gerbang tol sehingga tetap mudah dijangkau pengguna jalan,” sebut Rivan.
Ia juga mengingatkan bahwa aplikasi Travoy dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi lalu lintas terkini dan memastikan perencanaan perjalanan dilakukan secara matang.