Balapan Terancam Terganggu, Perang AS-Iran Ganggu Perjalanan MotoGP

pada 3 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Ternyata bukan cuma Formula 1 dan World Endurance Championship saja yang terganggu akibat perang Amerika Serikat (AS) - Israel vs Iran. Kabar terbaru ternyata rombongan MotoGP juga mendapatkan gangguan.

Dalam dunia MotoGP, semua rombongan mengandalkan pesawat terbang untuk melakukan perjalanan jauh. Termasuk logistik yang dibutuhkan selama balapan MotoGP dikirim ke berbagai negara menggunakan pesawat.

Usai seri perdana di Thailand akhir pekan kemarin, seri berikutnya akan digelar pada 20 Maret di Goiania, Brasil. Artinya ada selang waktu untuk pulang ke negara masing-masing sebelum balapan lagi.

Sayangnya, akibat konflik dan ketegangan yang melanda di Timur Tengah, membuat bandara di Dubai ditutup sejak Minggu kemarin.




Pasalnya, Dubai menjadi pusat hub utama dalam lalu lintas udara global, bahkan sebagian besar penerbangan dari Thailand menuju Eropa selalu singgah di sana.

Memang situasi ini tidak terlalu berdampak bagi para pembalap MotoGP, mengingat sebagian besar terbang langsung dari Thailand menggunakan pesawat pribadi.

Namun hal yang berbeda bagi kru paddock dan pembalap dari kelas yang lebih kecil. Bahkan tim sekelas Ducati Corse pun sempat dibuat kewalahan atas konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Davide Tardozzi selaku Manajer tim Ducati Lenovo mengaku dirinya berhasil menghindari gangguan penerbangan. Tardozzi merasa beruntung karena memesan penerbangan ke Turki lebih dahulu.





"Saya terbang melalui Istanbul dan dari sana melanjutkan perjalanan ke rumah saya di Italia. Banyak tim yang terdampak oleh kekacauan penerbangan," ujar Tardozzi dikutip dariSpeedweek.

Penerbangan satu arah kelas ekonomi dari destinasi liburan Dubai saat ini memakan biaya antara 3.000 euro hingga 6.000 euro bagi warga Eropa Tengah.

Meskipun demikian, para wisatawan memanfaatkan hampir semua opsi untuk pulang, sehingga permintaan penerbangan sangat tinggi.

Tardozzi juga mengatakan berdasarkan pengalamannya di tim pabrikan Ducati, pihaknya mengatur ulang semua penerbangan dalam tim. Beberapa anggota dibagi ke berbagai penerbangan alternatif, hingga pada akhirnya bisa meninggalkan Thailand per Senin kemarin.




Bukan cuma Ducati yang kelimpungan, KTM juga mengalami masalah serupa. Sebagian anggota tim harus diterbangkan ke Milan dengan penerbangan charter khusus yang diselenggarakan untuk personel MotoGP.

Penerbangan berlangsung pada Senin malam, setelah sampai di Milan para kru KTM dan personel MotoGP mencari jalan pulang sendiri menuju kota-kota besar Eropa.

Jika peperangan terus berlanjut, tentu bisa membuat jadwal balapan MotoGP menjadi kacau. Mengingat Qatar menjadi salah satu tuan rumah ajang balap tersebut di Sirkuit Losail pada 13 April 2026.