Banyak Malware, Google Perketat Izin Aplikasi Android Mulai 2026

pada 10 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Google tengah bersiap untuk memperketatkeamanan akses aplikasi Android. Dalam pengumuman yang disampaikan perusahaan,Selasa, (26/08), Google tengah menyiapkan sistem baru yang akan memverifikasiidentitas semua pengembang aplikasi, termasuk aplikasi di luar Play Store.

Langkah ini menjadicara Google untuk mengatasi masalah aplikasi berbahaya yang selama ini banyakberedar melalui sumber pihak ketiga dan menyasar Android, termasuk maraknyaaplikasi ilegal yang kerap jadi pintu masuk malware.

Berdasarkan datayang dibagikan Google, aplikasi yang berasal dari luar Play Store, 50 kalilebih berisiko mengandung malware dibandingkan aplikasi resmi.




Dengan adanya aturanini, para pengembang yang ingin aplikasinya dapat digunakan di perangkatAndroid harus melalui verifikasi identitas melalui Konsol Pengembang Androidyang baru. 

Hal ini akanmelibatkan konfirmasi identitas para developer, mendaftarkan nama paketaplikasi, dan penandatangankeys.

Dilansir dariTechCrunch,kebijakan baru ini akan mulai diuji pada Oktober 2025 melalui akses awalbagi pengembang yang berminat, dan akan diterapkan secara resmi pada Maret2026.

Sementara itu,Indonesia dan beberapa negara lain akan mendapat akses yang lebih awal dimanaGoogle mengatakan pada September 2026 nanti aturan ini akan berlaku di Brasil,Indonesia, Singapura, dan Thailand.




Dalam pernyataanyang disampaikan Google, langkah ini juga bertujuan untuk mengurangi praktikpenyalahgunaan identitas oleh pihak tidak bertanggung jawab yang kerapmenyebarkan malware, phishing, pencurian data pengguna lewat aplikasi.

Selamabertahun-tahun, daya tarik Android terletak pada sifatnya yang cukup ‘terbuka’,dimana sistem operasi ini memungkinkan pengguna untuk meng-install aplikasidari luar (sideload), menggunakan toko aplikasi pihak ketiga, atau bahkanmemasang custom ROM.

Hal ini berbedadengan sistem operasi dari Apple atau iOS yang sangat ketat dalammemperbolehkan aplikasi-aplikasi dari toko lain digunakan pengguna.

Beberapa analismengatakan bahwa pendekatan ini dapat memberikan kendali lebih besar padaGoogle atas Android. Sementara itu, Google juga berpendapat bahwa ini menjadilangkah praktis untuk membantu mengurangi kejahatan siber di platform mereka.