BBM Campuran Etanol 20 Persen Ditargetkan Berlaku Tahun 2028

Uzone.id-Pemerintah akan melakukan uji coba bahan bakar minyak (BBM) campuran bioetanol 20 persen (E20) sebagai upaya transisi energi.
Langkah ini melengkapi rencana pemerintah yang sebelumnya akan meluncurkan biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 mendatang.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa implementasi bioetanol akan dilakukan secara bertahap sebelum mencapai target E20 pada 2028.
"Target kita kan intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5 persen karena Januari kan ngejar yang 10 persen. 2028 baru yang Januari 2028 baru 20 persen," jelas Eniya kepada wartawan, dikutip Uzone.id
Jadi rencananya, di tahun 2025 ini akan mulai diterapkan campuran etanol sebesar 5 persen (E5) ditargetkan berjalan sebelum Desember.
Kemudian di tahun 2027 campuran etanol ditingkatkan menjadi 10 persen (E10) yang dimulai di awal tahun, baru kemudian tahun 2028 penerapan etanol 20 persen (E20) mulai diterapkan.
Uji Jalan Bersama Gaikindo
Untuk memastikan transisi ini berjalan efektif, Kementerian ESDM telah berkomunikasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) guna memulai road test atau uji jalan E20 sesegera mungkin.
Secara teknis, mesin kendaraan saat ini diyakini mampu mengonsumsi bensin dengan campuran etanol hingga 30 persen (E30).
Meski begitu, pemerintah menekankan pentingnya pengujian terukur agar transisi energi di sektor transportasi memberikan manfaat efisiensi yang optimal bagi masyarakat.
"Nah saya lagi minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya," pungkasnya.