Bedah Fitur Canggih Galaxy Buds4 Pro, Bukan Sekadar ANC Lebih kedap

pada 3 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Di ajang Galaxy Unpacked 2026 beberapa waktu lalu, Samsung juga turut membawa Galaxy Buds4 Pro sebagai TWS ‘kasta tertinggi’ di tahun ini. Di balik ukurannya yang ringkas, Samsung Galaxy Buds4 Pro membawa upgrade teknis besar-besaran, apa saja?

Han-gil Moon, Master and Head of Advanced Audio Lab, Mobile Communications Business Samsung Electronics, memaparkan bahwa pengembangan Buds4 Pro difokuskan pada kondisi dunia nyata.

"Tujuan kami bukanlah sekadar performa di dalam laboratorium. Fokus utamanya adalah kenyamanan dan performa yang stabil di sepanjang aktivitas Anda sehari-hari," ungkap Han-gil Moon, dalam sebuah sesi wawancara terpisah. 

Menurutnya, peningkatan paling terasa bagi pengguna saat beralih ke Galaxy Buds4 Pro adalah sistem2-way speakeryang kian mumpuni. Moon menyebut, demi menjaga kualitas suarahi-fi, Samsung bahkan enggan berkompromi memangkas komponen.





"Salah satu perubahan terbesar yang akan sangat dirasakan pengguna di Buds4 Pro adalah sistem speaker 2-way yang ditingkatkan. Ini berarti pengguna akan menyadari adanya lonjakan kualitas audio yang signifikan," jelas Moon saat ditanya mengenaiupgradepaling terasa di seri ini.





Saat merancang TWS ini, ia menambahkan, timnya menghadapi pilihan sulit karena keterbatasan ruang di dalam TWS. 

"Kami bisa saja menyederhanakannya menjadisingle driverdan mengatasi masalah ruang dengan cepat. Tapi, itu akan mempertaruhkan identitas suara hebat di Buds. Jadi, kami memilih untuk tidak berkompromi," tegasnya.

Samsung pun memilih untuk meminimalkanbezelspeaker dan menyempurnakan perekatan di bagian tepinya. Sambil mempertahankan dimensi casing yang sama, Samsung berhasil memperluas area getaran efektif sebesar 20 persen, yang berdampak pada bass lebih dinamis dan Active Noise Cancelling (ANC) yang makin kuat.

Dibuat berbasis data telinga yang asli





Selain urusan audio, kenyamanan TWS saat dipakai juga jadi penentu utama. Moon menegaskan, kalau posisi TWS sedikit longgar saja di telinga, suara akan bocor ke luar dannoisedari luar akan masuk, yang akhirnya berdampak pada kemampuan ANC.

"Pada akhirnya,fitadalah performa," kata Moon.

Oleh karena itu, alih-alih cuma pakai model telinga ideal versi lab, Samsung menggandeng banyak rumah sakit dan institusi akademik untuk mengumpulkan data pemakaian di dunia nyata. 

Lewat pemodelan 3D, desain Galaxy Buds4 Pro dibentuk agar pas buat berbagai bentuk telinga, tidak hanya ukuran rata-rata, tapi juga ukuran ekstrem yang sangat besar atau kecil.





ANC adaptif dan kian pintar berkat AI





Sementara soalnoise cancellationatau peredam bising, Samsung juga tak memperhatikan aspek kenyamanan buat pengguna. Moon menyebut, ANC yang kelewat kedap justru membuat telinga pengguna jadi tidak nyaman, apalagi saat dipakai dalam waktu yang lama.

Makanya, Galaxy Buds4 Pro dibekali Adaptive Noise Control. Fitur ini akan otomatis menyesuaikan tingkat kedap dengan lingkungan sekitar—menurunkan tekanan di gendang telinga saat berada di tempat sepi, dan otomatis memaksimalkan kekuatan ANC saat masuk ke area bising.

Kemampuan AI berbasisdeep learningjuga bikin TWS ini kian peka. Samsung Galaxy Buds4 Pro bisa mengenali kondisi sekitar, bahkan otomatis pindah keambientsound modesaat mendeteksi pengguna mulai berbicara atau mengobrol dengan orang lain.

Turut dilengkapi Sensor Fusion





Bukan cuma urusan audio saat mendengarkan konten saja, peningkatan juga ada pada mikrofon di Galaxy Buds4 Pro. Samsung menerapkan pendekatan Sensor Fusion yang cukup kompleks pada TWS ini.

"Satu-satunya tujuan kami adalah menghadirkan suara alami dan jernih kepada lawan bicara di ujung sana, seolah-olah Anda sedang berbicara tepat di sebelahnya," ungkapnya.





Sistem canggih ini menggabungkan mikrofon eksternal untuk menangkap suara dari mulut, mikrofon internal untuk menangkap suara lewat resonansi tubuh yang kebal darinoiseluar, serta sensor VQ yang mendeteksi getaran kepala saat pengguna berbicara. 

Kombinasi ini, jelas Moon, memungkinkan Galaxy Buds4 Pro cuma bereaksi terhadap suara pengguna dan memblokir suara lain.

Seluruh sinyal dari sensor tersebut kemudian diproses oleh modeldeep neural networkyang sudah dilatih dengan data dari berbagai kondisi ekstrem—mulai dari kafe yang ramai, stasiun, hingga suara angin kencang saat naik motor.

Menariknya lagi, semua pemrosesan suara ini bersifaton-device, alias berjalan langsung di dalam perangkat Buds4 Pro. Artinya, kualitas panggilan akan tetap jernih dan stabil secara konsisten, tidak peduli perangkat apa yang sedang disambungkan oleh pengguna.

Di Indonesia sendiri, Samsung Galaxy Buds4 Pro sudah bisa didapatkan dengan harga Rp3.999.000. Ada juga opsi yang lebih terjangkau, yakni Galaxy Buds4 dengan harga Rp2.999.000.