Berkenalan dengan Bripda Riri, Anggota Srikandi yang Bikin Gagal Fokus

pada 8 tahun lalu - by
Advertising
Advertising

Bripda Riri Aryani, sosok anggota Satgas Srikandi Polresta Depok yang bertugas mengatasi kejahatan anak dan perempuan, menarik perhatian publik karena pesonanya saat bertugas.

Mempunyai paras yang cantik, tak jarang Riri membuat gagal fokus masyarakat. Hal tersebut terlihat dari unggahan akun Instagram @depok24jam yang mengunggah foto dirinya. Beragam komentar pujian untuk Riri pun membanjiri unggahannya tersebut. 

"Terimakasih mbak kerudung telah menjadi penenang hati netijen," tulis @yogdoy dalam kolom komentar. 

"Srikandi yang berkerudung adem banget liat nya berasa kek tembok villa puncak," tulis @imamtheshantoso

"Yang jilbab belakang mirip @inijedar sebelum mukanya di oplas ya," tulis @beby_byebye

Saat ditemuikumparan(kumparan.com) di Polresta Depok, Riri menceritakan dirinya kerap kali diminta foto oleh masyarakat saat bertugas. Ia pun merespons dengan baik dan menerima ajakan masyarakat bila ada yang memintanya berfoto bersama. 

"Kalau godaan sih enggak paling pada minta foto. Kalau godaan enggak yah, orangnya mikir kali ya takut," ujar Riri kepada kumparan, Kamis (3/4). 

Riri mengaku tidak menyangka bisa menjadi polisi wanita yang tergabung dalam tim Satgas Srikandi. Sebab awalnya dia bercita-cita menjadi pengusaha. 

"Dulu paling cita-citanya jadi pebisnis makannya kuliah di Universitas Diponegoro ambil Administrasi Bisnis. Kemudian ada pendaftaran iseng-iseng coba tapi isengnya tetap berusaha latihan sebanyak mungkin, ternyata jodohnya di Polwan," tuturnya. 

Meski mendaftar Polwan awalnya hanya iseng semata, namun perempuan yang berusia 23 tahun ini merasa bangga karena lolos berbagai macam seleksi masuk Polwan. Akhirnya dia memilih untuk meninggalkan kuliah yang sudah berjalan 2 tahun. 

Riri akhirnya menempuh pendidikan menjadi Bripda selama 7 bulan. Setelah menyelesaikan pendidikan, saat itu ia ditempatkan di bidang Reskrim. Tak lama, ia mendapat arahan dari atasannya untuk mengikuti seleksi khusus menjadi tim Satgas Srikandi. 

"Angkatan saya diseleksi dipilihlah beberapa orang dan terpilihlah saya. Seleksinya kita diajak ngobrol sama Kapolres , dia melihat background kami kemudian beliau seleksi. Setelah lolos seleksi kemudian kami dibekali kemampuan-kemampuan lainnya," ujarnya. 

Polwan asal Jakarta ini belajar banyak hal saat menangani kasus, tak jarang ada sejumlah kasus yang membuatnya tersentuh. Namun ia diharuskan bersikap netral saat menangani berbagai macam kasus. 

Tak hanya mengungkap sebuah kasus, sebagai anggota Satgas Srikandi, Riri juga menjalani berbagai tugas lainnya, seperti sosialisasi ke sekolah, penyidikan, melakukan razia. 

"Semua tugas suka tapi saya lebih suka itu kalau lagi sosialisasi ke anak-anak karena melihat mereka senang jadi yang tadinya capek, saya jadi semangat lagi. Apa lagi kalau anak-anak SD jadi semangat riang," ucapnya.

Menjadi polisi wanita, membuat waktunya tersita banyak untuk melayani masyarakat. Riri juga menginginkan kelak mendapatkan pasangan yang mengerti dengan kondisi pekerjannya. 

"Apa saja sih yang penting dia baik terus menerima pekerjaan saya, kan dia enggak bisa menuntut saya untuk tidak pulang malam, karena memang ini pekerjaannya yang penting dia bisa menerima saya. Saya juga harus tahu kewajiban saya sebagai seorang ibu jangan sampai ditinggalkan," pungkasnya.