Bertemu Humanoid ‘Mornine’ dari Chery, Sudah Hadir di Indonesia

pada 32 menit lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Bulan April 2026lalu, Chery resmi mengumumkan robot humanoid mereka bernama ‘Mornine’ yangdiluncurkan melalui anak bisnis mereka, AiMoga. Setelah kurang lebih dua bulandijual ke pasaran, robot yang berukuran layaknya manusia ini pun hadir diIndonesia.

Kehadiran Mornine ini menjadi langkah Chery untuk memperluasekosistem mereka ke sektor robotik dan juga AI melalui AiMoga. Tak hanyaMornine saja, AiMoga juga sudah memperkenalkan robot anjing mereka bernamaArgos yang diambil dari mitologi Yunani yang berarti anjing pemburu yang setia.

Sayangnya, kami tidak sempat bertemu dengan si robot anjing yang bisa menjadi robot peliharan ini.

Mendapat kesempatan buat ‘kenalan’ langsung dengan robothumanoid tersebut pada Rabu, (17/06), kami pun mengulik informasi dan apa sajayang bisa dilakukan oleh Mornine ini.




Punya bobot kurang lebih 70 kg, Mornine memiliki tinggi danukuran tubuh layaknya manusia. Dalam presentasi virtual yang disampaikan olehtim AiMoga, Mornine memiliki tinggi 167 cm dan bisa berjalan dengan kecepatanmaksimum 1 meter per detik.

Sementara itu, ujung lengannya dapat mengangkat beban hingga1,5 kilogram dan bisa bertahan sekitar 2 jam berkat kapasitas baterai 0,7 kWh.Mornine juga dilengkapi dengan satu unit LiDAR 3D, duadepth camera,satu kamera wide angle, dan empat radar ultrasonik. 





“Dan daya tahan baterainya serta waktu pengisian dayanyasama-sama 2 jam. Selain itu, ia juga bisa melakukan aktivitas-aktivitassederhana seperti menuangkan air dan menyajikan kopi,” kata pihak AiMoga.


Foto: bentuk baterai Mornine yang bisa dilepas pasang


Apa saja yang bisa dilakukan MorNine?

AiMoga menjelaskan bahwa MorNine memiliki kemampuan setaraasisten atau L3 yaitu kemampuan untuk memahami makna dari perintah ataupercakapan, berjalan atau bergerak secara mandiri sambil menghindari rintangandi sekitarnya, mengenali emosi manusia melalui nada suara dan ekspresi wajah,mendeteksi ketika adanya kesalahan atau gangguan, serta kemampuan untukmempelajari lingkungan.

“AiMoga kami sudah berada di L3. Kami berhasil naik dari L2ke L3 dalam waktu 3 tahun. Jadi, L3 adalah tingkat asisten. Pada L3, sistemdapat beroperasi secara mandiri dengan kemampuan menghindari rintangan. Tahapberikutnya adalah L4, yaitu tingkat cakupan,” jelas Sam, salah satu tim AiMoga.






Dalam skenario yang dijelaskan oleh tim AiMoga, Mornine atauyang akrab dipanggil Moin ini disebut bisa menjadi asisten dalam beberapa halseperti menjadi sales dan asisten untuk melayani para tamu/pembeli.

Saat ini, robot ini sudah menguasai 10 bahasa, termasukBahasa Indonesia, China, Inggris, Perancis, Spanyol, Italia dan beberapa bahasalainnya.

Robot ini akan langsung menjawab ketika disapa, “Hai, Moin.”dan juga peka terhadap sumber suara dimana ia akan langsung menoleh ke arahsumber suara yang menyapanya.




Moin juga bisa menyesuaikan bahasa dimana ia akan langsungmenjawab menggunakan bahasa yang sama dengan pembicara tanpa ada perintah lebihdahulu. Misalnya, kalian bisa langsung bertanya menggunakan Bahasa Inggris, danMoin akan langsung menjawab dengan bahasa yang sama.

Untuk percakapannya sendiri, AiMoga bekerja sama denganbeberapa perusahaan AI seperti DeepSeek, Google AI hingga ChatGPT untukmemahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara mereka.





“Kami bekerja sama dengan Google AI untuk fitur obrolan.Jadi, dia bisa berbicara dalam lebih dari 10 bahasa. Selain itu, dia jugamemiliki kemampuan untuk memahami sehingga kalian bisa bertanya banyak hal,termasuk cuaca. Dia bisa merespon dalam kurun waktu 1,5 detik,” jelasnya.

 



Mornine memiliki dua opsi kendali, yaitu menggunakanperintah suara serta pusat kendali melalui smartphone yang terhubung dalamsebuah aplikasi. Untuk menghindari adanya kesalahan pada sistem, Moin jugasudah dilengkapi dengan emergency button untuk langsung mematikan sistem.

“Kami memiliki dua tombol stop button, yaitu hardware dansoftware. untuk tombol hardware, terdapat di bodi robot dimana kalian bisalangsung menekannya ketika terjadi masalah. Sementara satunya lagi ada diaplikasi kami yang ada pada layar kontrol,” jelas Sam.

Apakah sudah bisa dipesan di Indonesia?

MorNine sendiri sudah hadir di Indonesia dan bagi pihak yangingin memiliki robot humanoid dari Chery ini, kalian bisa langsung menghubungipihak Chery Indonesia. Untuk harga resminya sendiri, Chery masih belum membeberkan angka pastinya. Namun di China, MorNine dibanderol seharga Rp700 jutaan.