BGN Bersiap Hibahkan Motor Listrik MBG ke Guru Honorer

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Badan Gizi Nasional (BGN) punya solusi untuk motor listrik MBG. Rencana yang sebelumnya disiapkan buat operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal dihibahkan ke guru-guru honorer di daerah.

Rencana ini dapat restu dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini. Menurutnya, ini langkah paling masuk akal supaya uang negara yang sudah terpakai buat beli motor nggak sia-sia.

"Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut," ujar Yahya dikutip oleh Uzone.id.

Meski setuju dengan opsi hibah ini, Yahya tetap vokal mengkritik proses awalnya. Politikus Golkar ini dari awal memang kurang sreg sama pengadaan motor tersebut.

“Mereka tidak memerlukan mobilitas dalam bekerja," kata Yahya.



Selain itu, dia juga merasa kecolongan karena Komisi IX DPR tidak pernah dapat laporan soal pengadaan motor ini. Ini bikin fungsi pengawasan DPR terhadap anggaran BGN zaman Dadan Hindayana jadi kurang maksimal.

"Perusahaan pengadaan tidak profesional, tidak punya dealer dan tempat service-nya. Yang paling disesalkan harganya di-mark up," ucap Yahya.

Terlepas dari kritikan tersebut, Yahya mendukung langkah Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, untuk memaksimalkan aset negara yang sudah terlanjur dibayar.

Agustina juga bilang kalau pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan Kejaksaan Agung untuk mewujudkan wacana tersebut.





"Iya. Iya, nanti gini kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya, lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma bukan cuma motor nih. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan," ujar Agustina usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen.

Kebijakan ini ternyata nggak cuma buat motor listrik aja. Barang-barang lain yang dibeli di tahun 2025 seperti laptop, IoT, sampai CCTV juga bakal dievaluasi biar bisa bermanfaat.

Agustina bilang ini jadi cara BGN menyisir anggaran di tahun 2026. Jadi, pengadaan barang yang fungsinya sama nggak bakal diulang lagi.

"Nah, itu salah satu cara juga 2026 kami sisir anggarannya, kami sisir anggarannya yang bunyinya dan kurang lebih output-nya akan sama dengan yang 2025, kami bilang 'no'. Itu enggak ada lagi di 2026 lakukan," kata dia.



Sebagai catatan, kasus dugaan korupsi tata kelola MBG ini sebelumnya juga telah menyeret empat tersangka lainnya, yakni mantan petinggi BGN yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, serta orang dekat tersangka, Asep Yusuf Somantri (AYS).

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Inaproc, BGN memang tercatat melakukan pengadaan sepeda motor roda dua dengan nilai yang cukup besar.

Dimulai dari bulan Mei 2025, terdapat pengadaan sebesar Rp406,5 miliar untuk 8.133 unit motor untuk SPPI wilayah dua.

Selanjutnya juga ada pengadaan sepeda motor pada Juli 2025, nilainya sebesar Rp 1,2 triliun untuk 24.400 unit di SPPI wilayah I, II, dan III.

Pengadaan sepeda motor juga berlanjut di Oktober 2024, di mana dana sebesar Rp1,22 triliun untuk 24.400 unit motor untuk SPPI di seluruh Indonesia.