Biar Gak Rugi Terus, Honda Niat Kolab sama Nissan: Gak Takut Skandal?

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Honda sedang mengalami kerugian. Salah satu cara keluar dari krisis adalah dengan coba menggandeng Nissan untuk mengembangkan sejumlah produk.

Namun, ada pertanyaan besar dari langkah Honda menggandeng Nissan, terutama terkait dengan sejumlah skandal yang sempat mencoreng Nissan dalam satu dekade terakhir.




Honda dan Nissan disebut tengah mempersiapkan kerja sama strategis untuk mengembangkan teknologi Engine Control Unit (ECU) yang akan menjadi fondasi bagi kendaraan masa depan.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh CEO Honda, Toshihiro Mibe. Ia mengungkapkan bahwa Honda berencana menjalin kesepakatan dengan Nissan guna menciptakan teknologi ECU generasi terbaru yang nantinya digunakan pada berbagai model kendaraan.

Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pengumuman resmi mengenai kolaborasi Honda dan Nissan hanya tinggal menunggu waktu.

Teknologi ECU hasil kolaborasi ini dikabarkan akan diterapkan pada berbagai model kendaraan Honda, Nissan, dan Mitsubishi, termasuk kendaraan listrik (EV).

Honda memandang kerja sama dengan Nissan sebagai strategi penting untuk meningkatkan efisiensi pengembangan teknologi sekaligus memperkuat daya saing di tengah pesatnya transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi.




Nissan identik dengan skandal

Nissan mencatatkan beberapa skandal besar dalam beberapa dekade terakhir. Kasus yang paling menonjol meliputi manipulasi keuangan mantan CEO Carlos Ghosn pada 2018 (melibatkan penyembunyian pendapatan), skandal kompensasi CEO Hiroto Saikawa, skandal manipulasi uji emisi di Jepang, dan masalah suap terkait diler. 

Berikut adalah daftar skandal utama yang melibatkan Nissan Motor Co:

  • Skandal Keuangan Carlos Ghosn (2018): Mantan CEO dan Chairman Nissan ditangkap di Tokyo atas tuduhan mengecilkan kompensasi yang dilaporkan dan menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Penyelidikan SEC mengungkapkan adanya penipuan pengungkapan keuangan terkait dana pensiun yang disembunyikan senilai lebih dari US$140 juta. 
  • Skandal Kompensasi Hiroto Saikawa (2019): Hiroto Saikawa, yang menggantikan Ghosn, terpaksa mengundurkan diri setelah investigasi internal menemukan bahwa ia menerima kelebihan pembayaran kompensasi saham yang tidak semestinya. 
  • Manipulasi Uji Emisi & Konsumsi Bahan Bakar (2017-2018): Nissan mengakui telah memalsukan data uji emisi dan efisiensi bahan bakar untuk kendaraan yang dijual di Jepang. Skandal ini merusak reputasi kontrol kualitas perusahaan. 
  • Inspeksi Kendaraan Ilegal (2017): Nissan sempat menghentikan produksi dan menarik kembali ratusan ribu kendaraan di Jepang karena ditemukan bahwa inspeksi akhir kendaraan dilakukan oleh teknisi tidak bersertifikat yang melanggar prosedur standar Jepang.
  • Dugaan Suap Diler dan Skandal Dana Pemasaran: Di beberapa wilayah, Nissan menghadapi penyelidikan terkait praktik penetapan harga dan dugaan penyelewengan dana pemasaran yang melibatkan diler dan distributor pihak ketiga.