Bikin Murka Trump, Ini Alasan Anthropic Ogah AI-nya Dipakai Perang

pada 3 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Anthropic mengambilsikap tegas terkait penggunaan AI oleh Dewan Pertahanan AS, Pentagon. Indukdari model AI Cloude ini memutuskan untuk menolak tawaran Pentagon yang inginmenggunakan teknologi tersebut sepenuhnya alias tanpa batas.

Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi CEO AnthropicDario Amodei pada Kamis, (26/02) lalu–tepat sebelum AS dan Israel menyerangIran. Dario menyebut bahwa pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan DewanPertahanan AS.

“Department of War menyatakan bahwa mereka hanya akanbekerja sama dengan perusahaan AI yang menyetujui setiap penggunaan AI yang sahsecara hukum dan menghapus berbagai batasan–seperti batasan yang kamiterapkan,” kata Dario dalam keterangannya.




Batasan yang enggan dilanggar oleh Anthropic tersebut antaralain mengenai penggunaan AI untuk pengawasan massal dalam negeri dan jugasenjata otonom yang sepenuhnya dikendalikan oleh AI.

“Kami mendukung penggunaan AI untuk misi intelijen luarnegeri yang sah. Tetapi penggunaan AI untuk pengawasan massal terhadap warganegara sendiri tidak sejalan dengan nilai demokrasi,” ujar Dario.

Menurutnya, pengawasan warga negara sendiri yangdikendalikan oleh AI bisa menimbulkan risiko serius bagi kebebasanmasyarakat. 

Begitupun dengan poin kedua terkait senjata otonom.Menurutnya, senjata otonom dengan kendali AI secara penuh bisa menimbulkanrisiko tak hanya untuk prajurit militer namun juga untuk sipil.

“Senjata semi otonom seperti yang digunakan di Ukraina saatini memang berperan dalam pertahanan. Bahkan senjata otonom penuh–yangsepenuhnya menghilangkan campur tangan manusia dalam memilih dan menyerangtarget mungkin akan menjadi penting di masa depan,” kata Dario.

Ia melanjutkan, “Tapi, sistem teknologi AI saat ini belumcukup andal untuk digunakan untuk memperkuat senjata otonom penuh. Kami tidakingin menyediakan produk yang bisa membahayakan tentara maupun warga sipil.”

Dengan mempertimbangkan dua batasan tersebut, Dario punmenegaskan Anthropic tidak bisa memenuhi keinginan Departemen Pertahanan AS.Mereka bahkan tidak memperdulikan ancaman yang dilayangkan pemerintah AS padaplatform mereka.




Amerika Serikat mengancam akan menghapus Anthropic darisistem mereka dan memberi label “risiko rantai pasok” (yang biasanya ditujukanuntuk musuh AS), serta menggunakan Defense Production Act untuk memaksaperusahaan mencabut batasan-batasan tersebut.

“Meski begitu, ancaman ini tidak mengubah posisi kami. Kamitidak bisa, dengan hati nurani yang bersih, menyetujui permintaan tersebut,”tutur Dario.

Sikap tegas dari Anthropic ini tak hanya membuat Pentagongeram tapi juga membuat Donald Trump turun tangan langsung. Ia bahkanmemerintahkan secara langsung semua federal untuk berhenti menggunakan AI milikAnthropic.

“Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya, dantidak akan berbisnis dengan mereka lagi!" tulis Trump dalam postingannyadi Truth Social.

Tak lama setelah ujaran tersebut disampaikan, Pentagonketahuan masih menggunakan Claude–AI milik Anthropic–untuk menyerang Iran. AItersebut digunakan untuk melacak, memata-matai target bahkan membantu memilihsasaran hingga mengidentifikasi target.

Anthropic sendiri sudah bekerja sama dengan Pentagonsemenjak 2024 lalu, bahkan teknologi mereka–Claude–telah banyak terintegrasipada sistem militer AS. Perusahaan ini juga ikut andil dalam penangkapanPresiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari 2026 lalu.