Bikin Rugi Pemerintah, Startup Airbnb Terancam Diusir dari Bali

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Startup akomodasidan penginapan Airbnb terancam berhenti beroperasi di Bali, Indonesia setelahmaraknya praktik penginapan online yang dianggap merugikan pemerintah setempat.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dimanapemerintah daerah akan menghentikan praktik tersebut karena dianggap tidakberkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Nanti akan dikaji, kita akan mengajukan supaya itudisetop,” katanya, dikutip dari Berita Bali, Sabtu, (06/12).




Ia menyebut bahwa saat ini, kunjungan turis baik itu lokalmaupun mancanegara terus meningkat, namun hal tersebut tidak sejalan dengantingkat hunian hotel yang resmi cenderung stagnan.

Fakta lain juga disampaikan oleh Ketua PHRI Bali, Tjok OkaArtha Ardana Sukawati dimana jumlah akomodasi resmi yang menjadi anggotaorganisasi mereka hanya berkisar 378 unit saja.

Angka tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan denganakomodasi yang beroperasi melalui platform online seperti Airbnb yangdiperkirakan mencapai 16 ribu unit.




Oka juga menyebut bahwa sebagian besar usaha Airbnb di Balidijalankan oleh warga negara asing (WNA) yang menyewa rumah warga lokal, lalumenyewakannya kembali melalui platform digital. 

Ia menambahkan, “Itu sangat merugikan tren peningkatankunjungan wisatawan, tidak linier dengan pendapatan asli daerah dan tingkathunian.”

Tak hanya itu, pemerintah Bali juga menyoroti keberadaan 2ribu lebih hotel dan vila-vila ilegal yang beroperasi tanpa izin dan tanpakontribusi pajak. Pihaknya akan melakukan penertiban pada rumah yang disewakanpada warga asing dengan harga murah karena pemilik aslinya tidak membayarpajak.