Campur Pertalite & Pertamax Turbo Biar Murah? Ini Risikonya

pada dalam 5 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Harga BBM RON 92 yakni Pertamax, masih dibanderol dengan harga yang cukup tinggi yakni Rp16.250 per liter. Warganet pun menemukan akal-akalan agar bisa menggunakan BBM RON 92 dengan versi yang lebih murah.

Akal-akalannya adalah dengan mengisi tangki bensin dengan BBM jenis Pertalite RON 90 yang dicampur Pertamax Turbo RON 98 dengan rasio perbandingan 3:1.

Dengan demikian, campuran tersebut akan menghasilkan BBM RON 92 dengan harga yang lebih murah dibandingkan Pertamax asli.




Jika dihitung harganya, memang benar 3 liter Pertalite mencapai Rp30 ribu yang ditambah 1 liter Pertamax Turbo seharga Rp19.300. Jumlah total yang mencapai Rp49.300 jika dibagi 4, maka per liternya mencapai Rp12.325.

Secara harga memang benar menjadi lebih murah, tapi bagaimana penjelasannya secara teknis?

Tri Yuswidjajanto selaku dosen Teknis Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan kalau mencampurkan kedua bahan bakar memang bisa-bisa saja, namun terdapat efek samping.





"Misal Pertamax Turbo ada aditif dengan fungsi deterjen, anti oksidan, anti korosi, dispersan, demulsifier, yang bila dicampur Pertalite (tidak beraditif), maka justru akan memunculkan hump effect, atau deposit yang lebih parah daripada tidak mencampurnya," ujar Tri dikutip olehUzone.id.

Tri menjelaskan deposit merupakan dampak dari takaran zat aditif yang tidak tepat akibat pencampuran bahan bakar yang berbeda jenis.

"Zat aditif tersebut bila takarannya tepat akan mencegah terjadinya deposit, tapi bila tidak tepat akan menghasilkan deposit yang lebih parah berupa kerak karbon di bagian saluran masuk mesin daripada tidak ada aditif sama sekali," sebut Tri.




Efeknya kepada mesin adalah, kerak karbon bisa saja mengendap di payung klep atau katup, bahkan bisa masuk sampai piston.

Jika ini sudah terjadi, maka mesin kendaraan terutama keluaran terbaru yang sudah modern menjadi mudah ngelitik dan tenaga justru menurun.

"Deposit yang ada di bagian tulip katup masuk, akan menghambat masuknya campuran bahan bakar, sehingga bisa menurunkan tenaga mesin, sementara deposit yang ada di kepala piston bisa menaikkan kompresi sehingga mesin mudah ngelitik," jelasnya.

Tri menyimpulkan, sebaiknya bahan bakar yang memiliki perbedaan kualitas, sebisa mungkin tidak dicampur agar tidak menghasilkan kerak karbon yang lebih banyak dari seharusnya.