Cara Google Maps Mendeteksi Demo, Begini Penjelasannya

pada 9 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Demo kembali akan terjadi di Jakarta hari ini (29/8), sebagai respons atas insiden pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8) malam. 

Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa titik aksi unjuk rasa, salah satunya Markas Brimob Polda Metro Jaya. Dari pantauan kami di aplikasi Google Maps, beberapa ruas jalan pun ditutup, terutama yang mengarah ke Markas Brimob Polda Metro Jaya, seperti Jalan Kramat Kwitang dan Dr. Abdul Rahman Saleh I. 


Melihat peta Google Maps yang mendadak penuh warna merah dengan ikon jalan ditutup, banyak dari kalian mungkin langsung bertanya-tanya, kok Google bisa tahu? Dan yang lebih penting, bagaimana informasi tersebut bisa dimanfaatkan agar tidak salah jalan dan terjebak macet?

Kok Google Maps bisa tahu ada demo?

Foto: Henry Perks/Unsplash

Pertanyaan yang bikin penasaran, gimana caranya Google Maps tahu kalau sebuah jalan tiba-tiba ditutup karena demo? Jawaban seriusnya, Google memanfaatkan data-data dari berbagai sumber untuk memetakan dunia yang terus berubah, demikian seperti dilansir dariCloud Fresh

Namun jawaban yang paling mudah dipahami adalah, ini semua berkat kekuatan ‘gotong royong digital’. Ada beberapa sumber data yang digunakan Google untuk memastikan pemetaan digital mereka akurat danreal-time.

Google menggunakan citra satelit yang memberikan gambaran jalanan dari atas. Raksasa pencarian ini juga mengambil data dari foto Street View yang diambil oleh armada mobil Google yang dilengkapi kamera 360 derajat. Bahkan untuk area yang sulit diakses mobil, mereka menggunakan tas ransel kamera yang dibawa oleh orang atau bahkan hewan.

Google juga menggunakan data dari penyedia pihak ketiga untuk melengkapi dan memverifikasi informasi mereka. Serta, sumber data publik, termasuk database dari pemerintah yang berisi data resmi soal jalan raya, fitur geografis, dan lokasi-lokasi penting.

Nah, untuk informasi lalu lintas yangreal-timeseperti saat demo, sumber utamanya adalah data langsung dari pengguna. Inilah kunci utamanya. 



Jutaansmartphoneyang menyalakan GPS dan aplikasi Maps secara anonim mengirimkan data kecepatan pergerakannya. Kalau tiba-tiba ada banyak sinyal HP yang melambat atau berhenti total di satu titik, sistem pintar Google langsung menyimpulkan, "Wah, ini pasti macet parah atau jalannya ditutup."

Kemudian, semua data mentah tadi kemudian diolah oleh modelmachine learningGoogle untuk mengenali pola. Pola kendaraan yang berhenti total dan tidak wajar di sekitar titik aksi inilah yang dikonfirmasi sebagai penutupan jalan akibat demo.

Teknik tersebut dikombinasikan dengan beragam algoritma yang bekerja di ‘dapur’ Google Maps, termasuk algoritma pengenalan gambar untuk mengekstrak informasi dari citra satelit dan tampilan jalan dan analisis data geospasial.

Cara gampang pantau situasi demo via Google Maps

Bagian pentingnya, bagaimana cara cek jalanan ditutup akibat demo di Google maps? Caranya gampang, begini langkahnya:

  1. Buka aplikasi Google Maps.
  2. Lihat warna jalanan. Hijau artinya lancar jaya, oranye artinya agak padat, dan Mmerah artinya macet. Kalau warnanya merah tua pekat, lebih baik cari jalan lain, karena itu artinya lalu lintas nyaris tidak bergerak.
  3. Cari ikon jalan ditutup dengan memperhatikan rute yang mau bakal kalian lewati. Kalau ada penutupan jalan, Google Maps akan menampilkannya dengan jelas menggunakan ikon lingkaran merah dengan garis putih di tengah (seperti rambu dilarang masuk) dan garis putus-putus merah di sepanjang jalan tersebut.
  4. Terakhir, kalau rute utama kalian terhalang demo, Google Maps otomatis akan mencarikan jalan lain yang paling efisien. Aplikasi ini akan menghitung ulang jarak dan perkiraan waktu tempuh lewat rute alternatif yang lebih aman.