Chat Pengguna WhatsApp Gak Sepenuhnya Aman, Bisa Diintip Meta?

Uzone.id—Enkripsi end-to-end menjadi salah satu fitur keamanan yang paling ditonjolkanoleh WhatsApp kepada pengguna. Mereka mengklaim kalau dengan enkripsi ini,siapapun bahkan pemilik platform gak bisa membaca isi pesan pengguna.
Tapi, klaim ini dibantah oleh beberapa kelompok aktivis dandianggap sebagai klaim palsu yang menyebut kalau Meta tetap bisa mengintip isipesan pengguna meski memakaiend-to-end encryption.
Sekelompok aktivis mancanegara telah menggugat Metadengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah membuat klaim palsu mengenaiprivasi dan keamanan layanan obrolan WhatsApp.
Melansir dari Bloomberg, Rabu, (28/01), gugatan yangdiajukan di Pengadilan Distrik San Francisco ini berisi laporan bahwa Meta danWhatsApp telah “menyimpan, menganalisis, dan dapat mengakses hampir semuakomunikasi yang diklaim ‘pribadi’ oleh pengguna WhatsApp”.
Tak hanya menyebarkan klaim palsu, para aktivis ini jugamenganggap bos-bos Meta telah menipu miliaran pengguna WhatsApp di seluruhdunia.
Karyawan WhatsApp dan Meta pun dilaporkan dapat memintaakses untuk melihat pesan pengguna melalui proses yang sederhana, sehinggamengabaikan enkripsi aplikasi tersebut.
Diketahui, para penggugat ini berasal dari Australia,Brasil, India, Meksiko, dan Afrika Selatan ini dan mengutip laporan dariseorangwhistlebloweryang enggan disebutkan identitasnya.
“Seorang pekerja hanya perlu mengirimkan sebuah ‘tugas’(yaitu, permintaan melalui sistem internal Meta) kepada seorang teknisi Metadengan penjelasan bahwa mereka membutuhkan akses ke pesan WhatsApp untukkeperluan pekerjaan mereka,” kata gugatan tersebut.
Tim Meta kemudian akan memberikan akses dengan mudah tanpapemeriksaan ulang sama sekali, selanjutnya karyawan akan mendapat jendela baruyang menampilkan isi pesan WhatsApp pengguna manapun berdasarkan nomor IDPengguna (User ID) yang unik untuk setiap pengguna.
Menanggapi tuduhan serius ini, seorang juru bicara Metamenyebut kalau gugatan tersebut “tidak berdasar” dan akan mengambil tindakanhukum terhadap kuasa hukum penggugat.
"Setiap klaim bahwa pesan WhatsApp milik pengguna tidakdienkripsi adalah sepenuhnya salah dan tidak masuk akal. WhatsApp telahmenggunakan enkripsi end-to-end dengan protokol Signal selama satu dekade.Gugatan ini adalah karya fiksi yang tidak berdasar,” kata juru bicara AndyStone.