Cloudflare: Indonesia Peringkat Satu Serangan DDoS Global

Uzone.id— Sebuah fakta yangcukup mencengangkan diungkap oleh Cloudflare dalam ‘2025 Q3 DDoS threat report’mereka. Dalam laporan tersebut tercatat bahwa Indonesia menempati posisipertama sebagai sumber serangan DDoS terbesar di dunia.
Ini artinya, serangan-serangan siber seperti DDoS yangbanyak terdeteksi di internet paling banyak berasal dari perangkat ataujaringan yang ada di Indonesia.
Bukan cuma kuartal 3 2025 saja, ‘prestasi’ ini ternyatasudah bertahan selama kurang lebih satu tahun, tepatnya semenjak kuartal ke-32024.
“Bahkan sebelum itu, Indonesia selalu masuk dalam daftarteratas sumber serangan. Pada kuartal kedua 2024, Indonesia menjadi sumberserangan terbesar kedua, setelah naik dari peringkat yang lebih rendah padakuartal dan tahun sebelumnya,” kata Cloudflare dalam laporannya.
Tak sendirian, Indonesia ditemani oleh beberapa negara Asialainnya yang juga menjadi gudang serangan DDoS. Ada sekitar 7 negara Asia yangmenjadi sumber serangan tersebut. Berikut daftar 10 negara yang menjadi sumberserangan DDoS:
- Indonesia
- Thailand
- Bangladesh
- Ekuador
- Rusia
- Vietnam
- India
- Hong Kong
- Singapura
- Ukraina
Sementara itu, secara keseluruhan Cloudflare mencatat telahberhasil menangani 36,2 juta serangan DDoS selama 2025 ini. Angka tersebutmelonjak tajam dan setara dengan 170 persen dari total serangan DDoS yangditangani Cloudflare sepanjang tahun 2024.
Di kuartal 3 2025 saja, Cloudflare menemukan dan menangani8,3 juta serangan DDoS, naik 40 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Aisuru menyerang berbagai perusahaan, mulai daritelekomunikasi, game, hosting, finansial dan masih banyak lagi. Yang palingmenarik (dan bikin ngeri) adalah fakta bahwa Aisuru ini terbuka untukdijual-beli.
Potongan-potongan Aisuru dijual oleh distributor sebagaibotnet-for-hire, jadi siapa saja bahkan orang tanpa kemampuan hacking pun bisamenyerang sistem, memutus internet hingga memblokir layanan penting.
Di luar itu, Cloudflare mencatat bahwa industri TeknologiInformasi & Layanan menduduki peringkat teratas sebagai industri yangpaling sering menjadi sasaran serangan, disusul oleh Telekomunikasi, dansitus-situs Perjudian & Kasino.
industri Otomotif juga jadi yang paling di highlight karenaserangan di industri ini melonjak drastis sebesar 62 peringkat secara kuartalke kuartal (QoQ). Industri Perbankan & Layanan Keuangan, industri Ritel,dan industri Elektronik Konsumen ikut menjadi yang paling banyak terserangdisusul oleh Industri Media dan Produksi & Penerbitan yang juga mengalamikenaikan tajam.