Dari Bandung ke Medan, Garuda Spark Perkuat Startup Lokal

Uzone.id –Garuda Spark merupakan instrumen utama dalam pengembangan ekosistem startup nasional. Melalui program ini, pemerintah menyediakan berbagai program untuk menguatkan talenta digital di Tanah Air.
Sejauh ini, sudah ada tiga Garuda Spark Innovation Hub yang beroperasi, yakni Bandung, Jakarta, dan Medan. Ketiga Innovation Hub tersebut dibuka di akhir tahun 2025 secara bertahap.
Tahun ini, pemerintah melalui Komdigi menargetkan pembukaan tiga Garuda Spark baru, serta dalam perencanaan untuk ekspansi dengan goals menjadi 20 lokasi Innovation Hub di tahun 2029.
Tujuannya, agar lebih banyak lagi generasi muda yang mendapatkan pelatihan, peningkatan keterampilan, dan alih keterampilan (reskilling) untuk mengisi pekerjaan baru di sektor digital.
Garuda Spark Innovation Hub Bandung
Bandung jadi kota pertama tempat lahirnya Garuda Spark Innovation Hub (GSIH). Berlokasi di Block71 Bandung, Garuda Spark Innovation Hub ini merupakan pusat informasi sekaligus ruang bagi generasi muda, komunitas, dan pelaku industri kreatif digital untuk melahirkan ide dan membangun startup digital.
“Hari ini kita membuat sejarah baru dengan melahirkan Innovation Hub pertama dari Kemkomdigi bekerja sama dengan para stakeholder dari Kemkomdigi untuk menjadi cikal bakal kemajuan transformasi digital di tanah air. Bandung menjelma menjadi kota dengan identitas kuat, pusat kreativitas, pendidikan, dan teknologi. Karena itu kami memilih Garuda Spark Innovation Hub pertama di Bandung,” ujar Meutya Hafid dalam peluncuran GSIH di Bandung, Sabtu (27/9/2025).
Program Garuda Spark Innovation Hub Bandung ini kemudian mulai menunjukkan hasil hanya dalam tiga bulan. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak sepuluh startup lokal berhasil di kurasi dan dikembangkan melalui kolaborasi komunitas, kampus, mitra global, dan pemerintah.
Perluasan Garuda Spark di berbagai daerah
Setelah Bandung, Garuda Spark Innovation Hub kemudian hadir di Jakarta. Program ini diharapkan menjadi wadah pengembangan ekosistem digital nasional, mempercepat literasi digital, dan melahirkan jutaan talenta serta teknopreneur baru.
Garuda Spark juga turut menghadirkan ekosistem digital yang melibatkan berbagai mitra. Mulai dari Paragon, Tech in Asia, Google, hingga Telkom. Kehadiran mitra ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi digital Indonesia agar tidak hanya berdaya di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara global.
Garuda Spark kemudian hadir di Medan. Meutya Hafid menjelaskan bahwa Sumatera Utara dipilih setelah Bandung dan Jakarta karena memiliki ekosistem industri kreatif yang berkembang pesat serta pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.
“Kita ingin Gen Z tidak hanya jadi pengguna teknologi, tapi penggerak transformasi digital Indonesia. Gen Z adalah prosumer digital. Mereka jangan hanya konsumsi, tapi juga produksi. Kita juga mendorong penggunaan produk AI dalam negeri supaya bisa tumbuh setara dengan produk global,” ujar Meutya Hafid.
Di Medan, inovasi akan fokus pada sektor agrikultur, teknologi pangan, dan perdagangan. Langkah ini turut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan melalui teknologi dan memperluas ekosistem startup ke luar Pulau Jawa.
"Kita ingin lebih banyak perusahaan teknologi lahir dari berbagai daerah, bukan hanya dari ibu kota,” ujar Edwin Hidayat Abdullah selaku Direktur Jenderal Ekosistem Digital pada saat peresmian Garuda Spark Innovation Hub Medan.
Edwin Hidayat menegaskan bahwa Garuda Spark bukan sekadar tempat pertemuan, melainkan platform kolaboratif yang mempertemukan ide, teknologi, dan peluang bisnis.
Program ini juga mendukung agenda Indonesia Digital 2045, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi digital berkelanjutan berbasis inovasi, kemandirian teknologi, dan pemerataan kesempatan digital di seluruh wilayah Indonesia.