Data Bocor Terus? Perusahaan Indonesia Paling Rentan di ASEAN!

Uzone.id— Perusahaan danorganisasi di Indonesia menjadi salah satu yang paling rentan diserang olehprogram berbahaya yang memanfaatkan bug dan kerentanan software atau sistemoperasi perangkat.
Bahkan, dalam laporan terbaru Kaspersky, Indonesia menjadinegara dengan jumlah eksploitasi paling besar se-Asia Tenggara.
Tercatat lebih dari 500.000 (524.657) eksploitasimenargetkan organisasi di Indonesia selama Januari hingga Juni 2025.Eksploitasi ini diklaim berhasil diblokir oleh Kaspersky setiap harinya.
“Pemblokiran setengah juta eksploitasi terhadap bisnis diIndonesia hanya dalam enam bulan pertama tahun ini menunjukkan betapa gigihnyapara pelaku ancaman siber. Saat ini, bisnis dari semua skala bergantung padasistem operasi mereka sebagai gerbang pertahanan yang krusial,” kata AdrianHia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.
Tujuan dari eksploitasi kerentanan di OS atau software iniadalah untuk mendapatkan akses secara ilegal. Jika dibiarkan, titik-titik yangrentan ini bisa menjadi pintu masuk para penjahat siber.
Secara Global, selama Q2 2025 eksploitasi yang palingterjadi banyak menargetkan produk Microsoft Office yang rentan dan mengandungkerentanan dalam keamanannya.
Salah satunya adalah memanfaatkan kerentanan zero-day dankerentanan lama yang ditumpuk oleh para perusahaan.
Sebagai informasi, kerentanan zero-day ini merupakankerentanan software yang lebih dulu ditemukan oleh penyerang sebelum diketahuioleh vendor dan pemiliknya.
Maka dari itu, tidak ada yang menyadari sehingga serangancenderung berhasil dan membuat perusahaan rugi.
Para penjahat siber sekarang tidak hanya melakukan aksesjarak jauh atau mengincar aplikasi pengolah dokumen dan sistem pencatatan,tetapi juga mulai mengincar teknologi baru seperti platform low-code/no-code(LCNC) dan kerangka kerja aplikasi berbasis AI.
Tujuan utama mereka tetap sama, yaitu mendapatkan akses kesistem perusahaan dan meningkatkan hak akses agar bisa menguasai jaringan dalamwaktu lama tanpa terdeteksi.
Indonesia berada di posisi pertama dalam kasus ini denganjumlah serangan sebanyak 524.657, disusul Vietnam sebanyak 301.880 serangan,lalu Malaysia sebesar (190.556 serangan), Thailand (88.966 serangan), Filipina(50.895 serangan) dan Singapura (38.719 serangan).
Selain itu, Indonesia mencatat 1.626.984 ancaman berbasisweb yang menargetkan pengguna internet RI pada periode Januari hingga Junitahun ini, ini setara dengan rata-rata 9.038 ancaman per hari.