DeepSeek V3.1 Meluncur, Apa Saja yang Ditawarkan?

pada 9 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id –Perusahaan teknologi terus berlomba untuk memperbaharui chatbot AI masing-masing. Mereka berusaha menciptakan chatbot yang lebih cerdas untuk menarik perhatian pasar di tengah persaingan global.

Terbaru, DeepSeek resmi luncurkan DeepSeek V3.1. Model ini merupakan pengembangan dari model DeepSeek V3 yang sebelumnya hadir di bulan Maret 2025 kemarin.

Model ini juga hadir sebagai pengganti lini DeepSeek R1 yang berfokus pada penalaran tingkat lanjut.





Kehadiran DeepSeek V3.1 tentunya membawa sejumlah peningkatan signifikan dibanding model pendahulunya. Pertama, DeepSeek V3.1 memiliki 685 miliar parameter, jauh melampaui OpenAI GPT-3 yang hanya 175 miliar.

Dengan kapasitas sebesar itu, DeepSeek V3.1 menjadi salah satu model bahasa terbesar saat ini. Selain itu, DeepSeek V3.1 juga akan mendukung jendela konteks hingga 128.000 token atau setara dengan kemampuan memproses teks sepanjang 300-400 halaman dalam satu kali percakapan.

Model baru ini memungkinkan DeepSeek V3.1 menangani berbagai tugas, mulai dari penulisan konten panjang hingga analisis dokumen teknis. Model ini juga diharapkan mampu memberikan jawaban yang lebih cerdas, konsisten, dan akurat dalam percakapan panjang, serta lebih fleksibel dalam menyelesaikan beragam tugas.

Kemudian, DeepSeek V3.1 juga membaca context window yang lebih panjang dibandingkan model sebelumnya. Alhasil, DeepSeek V3.1 mampu mengingat dan memahami lebih banyak informasi dalam satu kali percakapan.





Terakhir, model DeepSeek V3.1 mendukung berbagai format tensor seperti BF16, F8_E4M3, dan F32. Dukungan ini memberi keleluasaan bagi peneliti dan pengembang untuk mengoptimalkan performa di berbagai perangkat keras, termasuk GPU Nvidia, AMD, dan Huawei Ascend NPU.

Saat uji coba awal, model ini berhasil mencatatkan skor 71,6 persen pada benchmark Aider untuk pemrograman. Hasil tersebut mengungguli Claude Opus 4 dari Anthropic sekaligus menempatkan DeepSeek V3.1 sebagai salah satu model sumber terbuka terbaik untuk tugas pengkodean.

Hadirnya DeepSeek V3.1semakin memanaskan persaingan di pasar teknologi. Belum lama ini, OpenAI juga merilis GPT-5 yang—meski mendapat banyak seruan kekecewaan dari publik—telah mendapat sejumlah perbaikan.

DeepSeek V3.1 juga mengukuhkan posisi China di pasar teknologi. DeepSeek menunjukkan bahwa perusahaan teknologi asal Negeri Tirai Bambu tersebut mampu menjadi penantang langsung bagi raksasa teknologi Barat seperti OpenAI, Google, dan Meta.

Bagi yang ingin mengunduh model ini untuk keperluan komersial atau modifikasi dapat mengaksesnya melalui Hugging Face. Selain itu, model ini juga tersedia lewat API DeepSeek dengan tarif USD 0,56 per juta token input dan USD 1,68 per juta token output.