Deja Vu Mobil Nasional, Ini Belasan yang Pernah Ada di Indonesia

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto kembali bermimpi untuk menciptakan mobil buatan Indonesia sendiri yang ditargetkan bakal terealisasi dalam tiga tahun kedepan.

Ini disampaikan oleh Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin (20/10) yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

"Belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis, kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang," ujar Prabowo.

"Saya sudah alokasi dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang," lanjutnya.

Tentu ini seperti dejavu, karena banyak merek yang pernah hadir di Indonesia sebagai mobil nasional maupun mobil buatan Indonesia.



Sayangnya, hampir semua mobil nasional yang digagas tidak pernah terdengar lagi hingga saat ini, entah gugur di industri atau memang hanya menjadi alat politik semata.

1. Maleo

Mobil Maleo dikembangkan pada tahun 1993, proyek dibangun saat pemerintah merasa harus memiliki mobil nasional yang khas dari Indonesia.

Kala itu Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) ditunjuk untuk merealisasikan mimpi tersebut, bekerja sama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia.

BJ Habibie berhasil merancang 11 model sampai tahun 1997, sayangnya proyek ini terbengkalai saat Indonesia mengalami reformasi.

2. Beta 97 MPV

Pada tahun 1994, Group Bakrie melalui Bakrie Brothers membuat proyek Beta 97 MPV untuk mobil nasional. Bakrie pun meminta bantuan rumah desain Shado asal Inggris untuk menggarap desain awal mobil.

Hingga April 1995 desain Beta 97 MPV yang sudah selesai pun diperlihatkan ke manajemen Bakrie, setelahnya langsung dikembangkan sampai menjadi prototipe pada tahun 1997.

Bakrie pun menyiapkan segala aspek pendukung mulai perakitan sampai ke persiapan anggaran produksi untuk peluncuran pada akhir tahun tersebut. Namun krisis ekonomi yang menghantam Indonesia membuat mobil nasional tersebut tumbang sebelum dijual.



3. Timor

Merek yang satu ini masih banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini, Timor hadir di tahun 1990 yang merupakan mobil rebadge dari Korea Selatan dengan basis Kia Sephia.

Nama Timor sendiri diambil dari 'Teknologi Industri Mobil Rakyat' dengan nama lengkap perusahaan Timor Putra Nasional.

Karena mobil nasional, seperti Proton di Malaysia, membuatnya tidak terkena instrumen pajak seperti mobil pada umumnya yang dijual di Indonesia.

Sayangnya setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors di 1997 bangkrut, bersamaan dengan runtuhnya rezim Soeharto, membuat proyek Timor juga berakhir.

4. Bimantara

Tak banyak informasi mengenai Bimantara ini, namun sejauh yang diketahui mobil nasional ini juga merupakan proyek keluarga Cendana seperti Timor. Bedanya kalau Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo.

Perbedaan lain adalah Bimantara menggandeng Hyundai sebagai produsen mobil yang akan direbadge. Nasibnya pun sama seperti Timor, karena krisis membuatnya turut tenggelam.

5. MR 90

Mobil yang satu ini merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil. Model terakhir dari proyek tersebut adalah Mazda Vantren yang lahir pada tahun 1994 dan masih eksis hingga saat ini.



6. Kalla Motor

Kalla Motor sempat terdengar namanya karena ingin menciptakan mobil bermesin kecil dengan kapasitas 500 cc yang digadang-gadang sebagai mobil produksi Indonesia.

Minimnya informasi tentang Kalla Motor membuatnya tidak diketahui kenapa hingga kini tidak jadi diproduksi.

7. Texmaco Macan

Macan merupakan kendaraan berjenis minibus atau MPV yang dibekali mesin 1.800 cc dari PT Texmaco.

Perusahaan tersebut membuat mobil dengan menggandeng Mercedes-Benz, bahkan sudah sempat dipamerkan dalam ajang Pekan Raya Jakarta.

Sayangnya belum sempat dijual ke konsumen, PT Texmaco mengalami kebangkrutan karena krisis moneter pada tahun 1997-1998.

8. Marlip

Pasti banyak yang belum mendengar merek yang satu ini, Marlip adalah mobil listrik yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan dipasarkan oleh PT Marlip Indo Mandiri.

Mobil ini digunakan untuk mobil golf, pasien, dan mobil keamanan. Spesifikasinya berkonfigurasi empat penumpang dengan kecepatan hanya 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120 km.

Marlip dijual dengan harga antara Rp60 juta sampai Rp80 juta.



9. Kancil

Bagi warga Jakarta, pasti pernah melihat mobil Kancil yang merupakan singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah.

Kancil merupakan merek dagang yang terdaftar pada sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat dengan desain, produksi, dan dijual oleh PT KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari).

Mobil ini rencananya menggantikan bajaj atau bemo dengan mesin 250 cc yang mampu melaju hingga 70 km/jam.

10. GEA

GEA merupakan proyek mobil nasional hasir riset PT INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional) berkapasitas 640 cc.

Tujuan GEA diciptakan adalah untuk memberikan alternatif mobil kecil yang bisa diandalkan saat krisis energi.

Harganya juga murah, GEA ditawarkan dalam harga Rp45 juta sampai Rp50 juta. Mobnas yang satu ini masuk ke dalam kategori city car karena dimensinya yang kompak.

Ditambah mesin 650 cc, mobil GEA mampu melaju hingga kecepatan 85 km/jam dengan sistem pembakaran injeksi berpenggerak roda depan.

11. Tawon

Tawon juga mobil nasional yang diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang pabriknya berada di Rangkasbitung, Banten. Tawon punya keunikan yang mampu menggunakan berbagai jenis bahan bakar dari bensin, bahan bakar gas CNG, hingga memenuhi standarisasi Euro3.

Kapastias mesinnya hanya 650 cc yang dipadukan 4-percepatan dengan transmisi manual yang bisa dipacu hingga 100 km/jam. Mobil yang dikembangkan sejak tahun 2007 ini mulai produksi di tahun 2009, menariknya 90 persen kandungan mobil ini dibuat secara lokal.



12. FIN Komodo

Mobil FIN Komodo sebenarnya masih eksis hingga saat ini, punya gaya offroad yang mampu melintasi segala medan jalan. Dengan bobot yang ringan membuatnya cukup mudah melaju di jalan rusak sekalipun, ditambah bahan bakarnya juga cukup irit.

Biasanya FIN Komodo menghadirkan model yang bisa dipakai di area perkebunan, membawa hasil bumi, hingga untuk wisata di jalan tanpa aspal.

Bahkan jika dipakai di area perhutanan, FIN Komodo punya jarak tempuh yang bisa mencapai 100 km hanya dengan waktu 6-7 jam dengan konsumsi bahan bakar hanya 5 liter saja.

13. Wakaba

Wakaba merupakan mobil buatan anak bangsa dengan arti singkatan Wahana Karya Anak Bangsa. Mobil ini dibekali mesin 500 cc, 4-tak, 2-silinder yang diklaim bertenaga untuk dipakai di area pedesaan yang penuh dengan bukit dan pegunungan.

Dimensinya cukup ringkas yakni panjang 3.300 mm, lebar 1.500 mm, dan tinggi 1.820 mm. Karena keringkasannya, Wakaba siap memenuhi kebutuhan transportasi desa yang masih jarang tersentuh.

14. Arina

Mobil Arina tampil cukup mungil yang diproduksi di Semarang, Jawa Tengah, yang dikembangkan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang didanai oleh Departemen Perindustrian.

Mobil Arina menggunakan mesin motor berkapasitas 150 cc, 200 cc, dan 250 cc yang dirancang oleh dosen jurusan Teknik Mesin Unnes bernama Widya Aryadi.



15. Nuri

Nuri merupakan produk yang diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang memproduksi Tawon yang sebelumnya sudah dibahas. Mobil ini menggunakan mesin yang cukup besar yakni 800 cc, dengan model hatchback membuatnya lincah untuk digunakan bermanuver.

16. Boneo

Mobil ini merupakan garapan PT Boneo Daya Utama dan masih dalam tahap prototipe. Terdapat dua model yang ditawarkan yakni city car dan pikap dengan mesin V-Twin berkapasitas 653 cc yang menghasilkan tenaga 15,3 kW dan torsi 44,3 Nm.

17. Esemka

Siapa yang tidak kenal dengan merek yang satu ini, hadir sejak 2007 dan dikenalkan ke publik pada tahun 2009. Mobil nasional ini menjadi fenomenal sejak dilirik oleh Joko Widodo yang kala itu menjabat sebagai Walikota Solo.

Saat Joko Widodo menjadi Presiden, Esemka pun digadang-gadang bakal menjadi mobil nasional. Benar saja di 2019 Esemka meluncurkan pikap bernama Bima, namun hingga saat ini produk tersebut seperti hantu yang jarang sekali terlihat di jalan.

Pabriknya pun banyak yang melaporkan minim aktivitas hingga saat ini. Bahkan Esemka sempat terseret ke meja hijau karena konsumen yang berminat kesulitan untuk melakukan pembelian.



18. Maung

Di era Presiden Prabowo Subianto, mimpi Indonesia untuk memiliki mobil nasional pun kembali muncul. Prabowo bahkan sudah mengumumkan kesiapan mobil nasional baru yang akan muncul dalam waktu tiga tahun ke depan.

Sebelum wacana ini muncul, PT Pindad yang membuat Maung juga digadang-gadang sebagai mobil nasional. Bahkan Pindad Maung MV3 Garuda Limousine sudah digunakan oleh Prabowo sebagai mobil kepresidenan.

Rencananya menteri-menteri di Kabinet Merah Putih juga diharuskan untuk memakai Pindad Maung selama bertugas.

Ternyata banyak juga ya mobil nasional yang pernah hadir atau masih hadir di Indonesia. Tapi kenapa banyak yang gagal atau namanya tidak terlalu terdengar?