Demo Buruh Hari Ini: Polisi Minta Tidak Ada Live Streaming di TikTok

pada 9 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id– Polda Metro Jayaakan melakukan pemantauan di media sosial, khususnya TikTok seiring denganadanya aksi demo buruh yang dilakukan hari ini, Kamis, (28/08) di depan GedungDPR RI.

Tak hanya memantau, Polda Metro Jaya juga meminta masyarakatuntuk tidak melakukanlive streamingdi TikTok yang berisiajakan kepada para pelajar untuk ikut aksi demonstrasi ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradimengatakan bahwa live streaming ini juga dilakukan untuk mendapatkangiftdaripenonton mereka.




“Ini ada metode baru ini, mudah-mudahan tidak terjadi lagimengajak masyarakat untuk melakukan aksi dengan live di TikTok. Mohon maaf,dengan live media sosial yang metodenya kalau tidak salah berharap ada gift adahadiah dan lain sebagainya,” ujarnya, dikutip dari berbagai sumber.

Nantinya, pihak kepolisian akan melakukan pemantauan dimedia sosial saat demo buruh berlangsung, mereka juga akan langsungberkoordinasi dengan platform terkait untuk menindak aksi live streamingtersebut.

“Kami melakukan pemantauan, melakukan edukasi, tim jugasudah melakukan komunikasi memberikan himbauan saat menemukan ada yang sedanglive menyampaikan ajakan-ajakan yang bersifat provokasi kemudian mengajakpelajar ini juga dilakukan edukasi,” tambahnya.




Polisi menegaskan apabila nantinya ditemukan perbuatanpidana yang menimbulkan kerugian pada pihak-pihak lain terkait tindakantersebut, maka pihaknya akan melakukan upaya-upaya penegakan hukum.

“Jadi mohon media sosial itu dipakai dengan bijak. Kejadiankemarin rekan-rekan sudah tahu ada pelajar 196 yang diamankan dari siang haridi jam belajar. Ini semoga tidak terjadi lagi,” tutur Ade.

Adanya permintaan pembatasan live streaming di TikTok inidikeluarkan tak lama setelah adanya permintaan serupa dari KementerianKomunikasi dan Digital yang memanggil pihak TikTok hingga Meta terkait aksidemonstrasi yang dianggap provokatif.

Pemanggilan ini dilakukan oleh Wakil Menteri Komdigi, AnggaRaka Prabowo pada hari Selasa, (27/08) menyusul adanya demo yang terjadi didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menurut penilaian mereka, kericuhan demo ini terjadi karenaadanya konten-konten provokatif di media sosial, khususnya di TikTok. Anggamenyebut bahwa konten kerusuhan ini berpotensi merusak sendi-sendi demokrasi ditanah air.