Drone Perang Seliweran, Langit Kawasan Arab Sepi Pesawat

Uzone.id - Kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah memanas menyusul eskalasi konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.
Serangan udara terkoordinasi oleh Israel dan AS memicu balasan dari Iran berupa peluncuran rudal dan drone tempur, yang membuat langit kawasan tersebut menjadi zona berbahaya.
Dampak langsung dari situasi ini adalah penutupan mendadak wilayah udara Iran untuk semua penerbangan sipil.
Tindakan ini merupakan kelanjutan dari pengumuman penutupan wilayah udara oleh otoritas Iran tak lama setelah serangkaian ledakan dilaporkan terjadi di Teheran dan beberapa wilayah lain pada Sabtu (28/2) waktu setempat.
Tidak hanya Iran, pantauan pada Minggu (28/2) melalui pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa wilayah udara Irak dan sejumlah negara tetangga Iran juga terpantau sepi dari lalu lintas pesawat komersial.
Pesawat-pesawat dipaksa untuk mengubah rute penerbangan secara drastis, menghindari zona konflik yang luas ini.
Perubahan Rute Penerbangan Global
Jalur penerbangan dari Asia, yang biasanya melintasi Iran untuk menuju Timur Tengah atau Eropa (seperti rute dari Dubai dan Qatar ke Asia Tengah dan Rusia), kini harus dialihkan:
Pada koridor Utara, sebagian pesawat memilih rute memutar ke utara, melewati Afghanistan, Turkmenistan, Azerbaijan, dan Turki sebelum melanjutkan ke Eropa.
Dan di koridor Selatan, lebih banyak pesawat mengalihkan rute ke selatan. Setelah mencapai destinasi seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar, penerbangan dilanjutkan melalui Arab Saudi, Mesir, dan Laut Mediterania menuju Eropa.
Di tengah aksi saling serang ini, Iran diketahui tidak hanya merespons serangan dari Israel dan AS, tetapi juga melancarkan serangan balasan ke beberapa negara di kawasan yang menjadi markas bagi pasukan militer Amerika Serikat.
Negara-negara yang menjadi target serangan balasan Iran antara lain Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Semua data dan informasi penting dari materi asli telah dipertahankan.