Dukung Jurnalis Kuasai AI, Telkom Hadirkan Pelatihan di Semarang

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id —PT Telkom Indonesia terus menunjukkan komitmennyadalam mempercepat pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia,apalagi di tengah tren AI yang semakin meningkat saat ini.

Di kalangan wartawan, AI menjadisalah satu teknologi yang cukup membantu. Berangkat dari hal ini, Telkommenggelar pelatihan bertajuk “Transformasi Telkom untuk Bangsa, Bersama MediaWujudkan Indonesia Terkoneksi” yang digelar 2 Oktober 2025 di Semarang.

Dihadiri oleh Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng, sertajurnalis dari berbagai perusahaan media di Indonesia, Telkom menghadirkanpelatihan-pelatihan AI agar membantu para jurnalis menghadirkan berita dalamsudut pandang beragam.

Rizal Mallarangeng mengatakan bahwa Telkom selalu berada ditengah perubahan teknologi dan beradaptasi dengan berbagai disrupsi yangterjadi. 




“Selama ini, Telkom selalu dapat mengadopsi perubahanteknologi besar, khususnya ketika terjadi perubahan dalam teknologitelekomunikasi. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang pada hari inikami memberikan materi terkait dengan Artificial Intelligence (AI),” katanyadalam keterangan resmi.

Ia melanjutkan, “Materi ini merupakan materi yang cukupkrusial untuk disampaikan kepada teman-teman jurnalis karena AI sendirimerupakan sebuah teknologi general purpose yang memengaruhi semua aspek,termasuk jurnalisme itu sendiri.”

Materi–materi yang dihadirkan dalam pelatihan ini cukuprelate dengan para jurnalis saat ini. Salah satunya adalah tantangan yangdihadapi media di era transformasi.

Dalam acara ini, Telkom menghadirkan lima narasumberinspiratif, yakni Tenaga Ahli Menteri Kementerian Komunikasi dan DigitalWicaksono, Trainer Publisiana Nanang Djunaedi, Ahli Pers Dewan Pers RustamFachri Mandayun, Jurnalis Senior Imam Wahyudi, serta Trainer Publisiana M.Taufiqurohman. 

Tenaga Ahli Menteri Komdigi Wicaksono menyebut bahwateknologi digital yang berkembang pesat menuntut media untuk beradaptasi tanpameninggalkan nilai-nilai dasar jurnalisme. 

“Teknologi digital yang terus berkembang dengan pesatmengharuskan media untuk selalu beradaptasi tanpa meninggalkan elemenjurnalistik,” katanya.




Oleh sebab itu, melalui penggunaan AI, media bisa melakukantranskrip dan menemukan angle berita yang paling menarik bagi pembaca. 

“Pada akhirnya, di era teknologi, media harus dapat menjadiclearing house, yaitu perantara komunikasi yang menjernihkan bagi pembaca,”paparnya.

Di sesi selanjutnya, Ahli Pers Dewan Pers Rustam FachriMandayun menekankan pentingnya batasan yang harus diterapkan dalam penggunaanAI agar jurnalis tetap profesional dan mempertahankan nilai-nilai etik.

Jurnalis senior Imam Wahyudi juga mengingatkan pentingnyadisiplin dalam mencari kebenaran dan melakukan verifikasi meski saat initeknologi AI bisa mempercepat pekerjaan para jurnalis.

Ia menyebut bahwa kegiatan jurnalisme merupakan suatupencarian kebenaran dengan cara yang benar. Sebagai jurnalis sangat pentinguntuk disiplin dalam melakukan verifikasi dan aktif mencari fakta agar produkberita yang kita hasilkan mengantarkan orang untuk mendapatkan kebenaran danmencerahkan, bukan menyesatkan. 

Dalam sesi lainnya, M. Taufiqurohman yang merupakan Editormenambahkan bahwa riset menjadi kunci penting dalam penulisan berita di manariset akan memberikan pemahaman tentang duduk soal sebuah kejadian dan kontekskejadian tersebut.

Sementara itu, Trainer Publisiana Nanang Djunaedi menegaskanbahwa meski AI memiliki banyak fungsi yang dapat membantu kerja jurnalis,teknologi ini tidak akan pernah bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya.

Nanang menjelaskan, meskipun AI bisa membantu jurnalis dalammengolah data, memberikan alternatif lead, atau membantu editing, meskipundemikian, AI tidak bisa merasakanhuman interestdi lapangan yang hanyadialami oleh para jurnalis.

“Wartawan harus memastikan bahwa tulisan yang dibuatmemiliki nilai tambah manusia yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Jika AIdigunakan, kita harus dapat memastikan bahwa masih terdapat sentuhan manusiadalam tulisan yang dihasilkan oleh AI tersebut,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, Telkom berharap dapat mendorongpeningkatan produktivitas dan efisiensi dalam proses pembuatan berita bagi parajurnalis dengan memanfaatkan AI demi berita yang berkualitas, akurat, dankredibel.