Efek Konflik AS-Iran: OpenAI Rugi, Claude dan X Untung

Uzone.id—Konflikgeopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran memberikan dampak yang sangatluas secara global. Sebut saja data center AWS yang kena imbas serangan droneIran hingga aplikasi populer Iran yang ikut kena gangguan gara-gara perang siber AS-Iran.
OpenAI turut menjadi salah satu platform yang mengalamikerugian. Meskipun kerugian ini gak secara langsung disebabkan oleh seranganIran ke AS, tapi platform ini malah jadi bulan-bulanan penggunanya akibatkeputusan sang CEO yang menandatangani kerjasama dengan Departemen PertahananAS, Pentagon.
Di kerjasama tersebut, OpenAI mengizinkan Pentagon untukmenggunakan AI milik mereka–termasuk ChatGPT sebagai ‘pendukung perang’.Keputusan ini muncul setelah Trump marah besar pada Anthropic yang tidak inginAI mereka digunakan Pentagon melebihi batas kebijakan mereka.
Keputusan Altman yang mau memfasilitasi divisi perang AStersebut bikin pengguna memutuskan untuk berhenti menggunakan ChatGPT. Alhasil,OpenAI harus kehilangan jutaan pengguna dalam kurun waktu 1 minggu.
Menurut data dari Sensor Tower, per 1 Maret 2026, jumlahorang yang menghapus aplikasi ChatGPT dari ponsel mereka melonjak 295 persendibandingkan dengan hari sebelumnya.
Peningkatan tersebut menjadi respons langsung terhadapkeputusan bisnis yang diambil OpenAI yang menandatangani kesepakatan denganDepartemen Pertahanan AS untuk memasukkan model AI-nya ke dalam jaringanpemerintah.
Tak hanya itu, kampanye QuitGPT yang juga diserukan karenadukungan OpenAI dalam agenda Donald Trump termasuk kolaborasi dengan ICE (U.S.Immigration and Customs Enforcement) untuk menggunakan alat screening resumeyang didukung oleh ChatGPT-4.
Dari gerakan ini saja, sebanyak 1,5 juta pengguna seluruhdunia sudah mengambil sikap untuk menghapus aplikasi ChatGPT dan takmenggunakan chatbot AI tersebut.
Popularitas ChatGPT juga semakin turun akibat masifnya duagerakan tersebut. Ini berbanding terbalik dengan nasib Anthropic yang justrumenjadi ‘pahlawan’ dalamcaseyang satu ini.
Popularitas Anthropic meningkat, begitupun juga dengan X
Di tengah banyaknya platform yang terdampak gara-garakonflik geopolitik AS melawan Iran, Anthropic justrumalah ketiban untung, begitupun juga dengan platform milik Elon Musk, X.
Anthropic berhasil mendapatkan hati pengguna baru setelahkeputusan tegas mereka akan penggunaan AI oleh Dewan Pertahanan AS, Pentagon.Induk dari model AI Cloude ini memutuskan untuk menolak tawaran Pentagon yangingin menggunakan teknologi tersebut sepenuhnya alias tanpa batas.
Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi CEO AnthropicDario Amodei pada Kamis, (26/02) lalu.
“Kami mendukung penggunaan AI untuk misi intelijen luarnegeri yang sah. Tetapi penggunaan AI untuk pengawasan massal terhadap warganegara sendiri tidak sejalan dengan nilai demokrasi,” ujar Dario.
Menurutnya, pengawasan warga negara sendiri yangdikendalikan oleh AI bisa menimbulkan risiko serius bagi kebebasanmasyarakat.
Begitupun dengan poin kedua terkait senjata otonom.Menurutnya, senjata otonom dengan kendali AI secara penuh bisa menimbulkanrisiko tak hanya untuk prajurit militer namun juga untuk sipil.
Berkat sikapnya ini, popularitas Claude pun melonjak tajam.Claude berhasil menduduki peringkat pertama di chart aplikasi gratis teratasApple di AS pada Sabtu, menggantikan ChatGPT milik OpenAI. Aplikasi chatbot AItersebut juga ikut naik di chart aplikasi iPhone di serta Play Store Android diInggris.
Aplikasi medsos X juga ikut mendapat dampak besar darikonflik ini. Elon Musk mengatakan bahwa konflik antara AS dan Iran mencetaksejarah aktivitas tertinggi sepanjang masa di X.
Hal ini juga dikonfirmasi oleh Nikita Bier, Head of ProductX yang menyebut kalau mereka berhasil mencetak 2 kali aktivitas tertinggisepanjang sejarah.
Sayangnya, Elon Musk maupun Nikita tidak memberikan secaradetail berapa banyak peningkatan aktivitas di platform mereka dan menyebutbahwa rekor ini terjadi pasca serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran semenjak28 Februari 2026 lalu.