Ekspor Motor Buatan Indonesia Tembus 52 Ribu Unit di April 2026

pada 21 hari lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Tren ekspor sepeda motor utuh aliasCompletely Built Up(CBU) dari Indonesia lagi menunjukkan performa yang membaik di April 2026. Sempat lesu pada bulan sebelumnya, pengiriman motor rakitan lokal ke pasar luar negeri kini mencatat pertumbuhan signifikan.

Berdasarkan data terbaru Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dirilis Rabu (13/5), volume ekspor motor CBU sepanjang April 2026 menembus 52.411 unit. Angka ini meningkat 7 persen dibandingkan Maret 2026 yang sempat melambat di angka 48.970 unit.

Lonjakan lebih drastis terlihat secara year on year (YoY). Pada April tahun lalu, ekspor motor CBU Indonesia tercatat sebanyak 38.254 unit. Artinya, di April 2026 ini ada lonjakan drastis sekitar 37 persen dibanding tahun lalu.


Kinerja positif di bulan keempat ini turut mendongkrak total ekspor motor buatan Indonesia. Selama periode Januari hingga April 2026, total pengiriman ke mancanegara telah menyentuh 211.993 unit. Pencapaian ini naik 22,5 persen secara year to date (YTD) jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 di kisaran 173.029 unit.



Tidak hanya unit motor utuh, performa positif juga menjalar ke ekspor komponen Completely Knock Down (CKD) yang melesat mencapai 723.220 set pada April 2026. Angka ini pulih pesat dari penurunan di bulan Maret 2026 yang menyentuh 488.279 set, sekaligus melampaui capaian Februari 2026 di angka 636.576 set.


Seperti diberitakan sebelumnya, penjualan motor di dalam negeri juga sedang manis-manisnya. Total penjualan domestik secarawholesale(pabrik ke dealer) di April 2026 mencapai 520.972 unit, atau naik 16 persen dibanding Maret 2026 yang ada di angka 448.974 unit.

Kalau di total, distribusi motor domestik selama empat bulan pertama tahun ini sudah tembus 2.135.063 unit. Angka ini sedikit lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang berada di level 2.089.953 unit.

Ini berarti secara YTD, pasar motor Indonesia tumbuh tipis sekitar 2,2 persen dibanding tahun 2025 kemarin.