Ekspor Motor Indonesia Tumbuh 17,9 Persen Meski Juni Turun

Highlight Artikel
- Ekspor motor CBU Indonesia pada Juni 2026 terkoreksi 8,6% secara month to month (MtM).
- Total ekspor CBU semester I 2026 mencapai 316.819 unit, naik 17,9% year on year (YoY).
- Laju ekspor bulanan selama Januari-Juni 2026 menunjukkan fluktuasi, dengan rata-rata 52.800 unit.
- Permintaan pasar global belum stabil, diwarnai berbagai tantangan ekonomi.
- Penjualan motor domestik Juni 2026 naik 7,46% menjadi 515.136 unit dibandingkan Mei 2026.
Daftar Isi
Uzone.id- Kinerja ekspor sepeda motor completely built up (CBU) produksi Indonesia sempat mengalami koreksi pada Juni 2026. Namun jika dilihat selama semester pertama 2026, trennya masih positif sejauh ini.
Kinerja Ekspor CBU Indonesia Semester I 2026
Volume ekspor motor CBU Indonesia tercatat sebanyak 50.067 unit pada Juni 2026. Jika dibandingkan dengan bulan Mei yang mencapai 54.759 unit, terjadi penurunan sekitar 8,6 persen secara month to month (MtM), atau berkurang sebanyak 4.692 unit.
Meskipun terjadi penurunan bulanan, secara keseluruhan performa industri otomotif di pasar internasional tetap berada di jalur positif.
Mengacu pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total ekspor motor CBU selama periode Januari hingga Juni 2026 justru sukses menembus angka 316.819 unit.
Pencapaian ini mencerminkan kenaikan yang impresif sebesar 17,9 persen secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengingat ekspor motor semester pertama 2025 hanya mencatatkan angka 268.743 unit. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa industri roda dua Tanah Air tetap memiliki daya saing yang mumpuni di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Fluktuasi Laju Ekspor Bulanan dan Tantangan Global
Jika melihat perjalanan selama enam bulan pertama tahun ini, laju ekspor motor CBU memang cukup fluktuatif.
Pada Januari pengiriman tercatat 52.924 unit, kemudian naik ke 57.688 unit pada Februari, sempat turun ke 48.970 unit di Maret, lalu kembali menguat ke 52.411 unit pada April dan 54.759 unit di Mei, sebelum akhirnya terkoreksi pada Juni menjadi 50.067 unit.
Rata-rata pengiriman bulanan yang berada di kisaran 52.800 unit selama semester pertama ini menegaskan bahwa permintaan pasar ekspor terhadap produk motor Indonesia masih cukup tangguh.
Namun, fluktuasi yang terjadi memang mengindikasikan bahwa permintaan dari negara tujuan ekspor belum sepenuhnya stabil, sejalan dengan pandangan pelaku industri yang menilai pasar global masih dibayangi berbagai tantangan.
Dinamika Penjualan Motor Domestik Juni 2026
Di sisi lain, dinamika yang tak kalah menarik terjadi di pasar domestik. Penjualan sepeda motor Indonesia sedang naik turun dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah turun di Mei 2026 kemarin, penjualan di Juni menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data AISI, penjualan pada Juni 2026 kemarin tembus angka 515.136 unit, naik 7,46 persen dari bulan Mei yang mencatatkan 479.388 unit.
Sebagai catatan, penjualan di bulan Mei memang sempat mengalami penurunan dari April 2026 yang kala itu mencapai 520.972 unit, atau turun 7,9 persen.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Bagaimana kinerja ekspor motor CBU Indonesia pada Juni 2026?
Kinerja ekspor motor CBU pada Juni 2026 mengalami koreksi sebesar 8,6 persen secara month to month (MtM) menjadi 50.067 unit, dibandingkan Mei 2026.
Berapa total ekspor motor CBU Indonesia selama semester pertama 2026?
Total ekspor motor CBU Indonesia selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 316.819 unit, menunjukkan kenaikan impresif 17,9 persen secara year on year (YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Apa yang menyebabkan fluktuasi dalam laju ekspor motor CBU Indonesia?
Fluktuasi laju ekspor disebabkan oleh permintaan pasar dari negara tujuan ekspor yang belum sepenuhnya stabil, sejalan dengan tantangan ekonomi global yang masih membayangi.
Bagaimana tren penjualan motor di pasar domestik pada Juni 2026?
Penjualan motor di pasar domestik pada Juni 2026 menunjukkan tren positif dengan mencapai 515.136 unit, naik 7,46 persen dari bulan Mei 2026.