Elon Musk & Bos Telegram ‘Serang’ Zuckerberg, Sebut WhatsApp Tak Aman

Uzone.id— Elon Musk dan CEOTelegram Pavel Durov kompak menyebut bahwa aplikasi milik Mark Zuckerberg yakniWhatsApp benar-benar menyesatkan pengguna soal klaim enkripsi end-to-end yangsebut benar-benar aman.
Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov dalam postingannya diX mengklaim bahwa Telegram telah menganalisis sistem enkripsi WhatsApp danmengidentifikasi "beberapa vektor serangan."
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa siapapun yang masihpercaya WhatsApp aman pada tahun 2026 adalah "bodoh."
"Kalian bodoh jika percaya WhatsApp benar-benar aman ditahun 2026 ini. Ketika kami menganalisis cara WhatsApp mengimplementasikan'enkripsinya', kami menemukan beberapa vektor serangan," tulis Durov.
Secara terpisah, Pemilik Tesla sekaligus X, Elon Musk jugaikut menyerang WhatsApp dan me-repost postingan yang berkaitan dengan tuduhanwhistleblower terhadap Meta.
“WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal pun dipertanyakan.Gunakan X Chat saja,” tulis Musk.
Reaksi keras Durov dan Musk ini muncul setelah munculnyagugatan di Pengadilan Distrik AS di San Francisco dimana enkripsiujung-ke-ujung WhatsApp dituduh tidak sepenuhnya aman dan isi obrolan penggunabisa diakses oleh perusahaan.
Dalam gugatan tersebut, meski WhatsApp sudah menjamin hanyapengirim dan penerima yang dapat membaca pesan, tapi Meta tetap bisa menyimpan,menganalisis, dan dapat mengakses isi pesan tersebut.
Tak hanya menyebarkan klaim palsu, para aktivis ini jugamenganggap bos-bos Meta telah menipu miliaran pengguna WhatsApp di seluruhdunia. Diketahui, para penggugat ini berasal dari Australia, Brasil, India,Meksiko, dan Afrika Selatan ini dan mengutip laporan dari seorang whistlebloweryang enggan disebutkan identitasnya.
Menanggapi tuduhan serius ini, seorang juru bicara Metamenyebut kalau gugatan tersebut “tidak berdasar” dan akan mengambil tindakanhukum terhadap kuasa hukum penggugat.
"Setiap klaim bahwa pesan WhatsApp milik pengguna tidakdienkripsi adalah sepenuhnya salah dan tidak masuk akal. WhatsApp telahmenggunakan enkripsi end-to-end dengan protokol Signal selama satu dekade.Gugatan ini adalah karya fiksi yang tidak berdasar,” kata juru bicara AndyStone.