Elon Musk Kawinkan 2 Perusahaannya, SpaceX dan xAI Kini Bersatu

pada 5 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Perusahaan roketmilik Elon Musk, SpaceX resmi mengambil alih startup AI xAI yang juga berada dibawah kepemilikan Elon Musk. Dengan begini, dua perusahaan tersebut secararesmi berada di satu naungan bisnis milik miliarder tersebut.

SpaceX mengkonfirmasi kesepakatan akuisisi xAI tersebut padaSenin, (03/2) dengan mengunggah memo dari Elon Musk.

Di memo tersebut, Musk menyebut langkah ini sebagai upayamembangun “mesin inovasi” yang menyatukan AI, roket, internet satelit, hinggamedia dalam satu atap.




“SpaceX resmi mengakuisisi xAI untuk membentuk mesin inovasiterintegrasi vertikal paling ambisius di (dan di luar) Bumi, yang mencakupkecerdasan buatan (AI), roket, internet berbasis ruang angkasa, komunikasidirect-to-cell, dan platform informasi real-time dan free speech,” katanyadikutip dari situs SpaceX, Selasa, (03/02).

Sayangnya, tidak disebutkan nilai transaksi yangdigelontorkan Musk tapi sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut menyebutxAI bernilai sekitar USD125 miliar, sementara SpaceX tembus USD1 triliun. Angkaini langsung menempatkan SpaceX sebagai perusahaan swasta paling bernilai didunia saat ini.

Dalam memo yang sama, Musk mengatakan kalau dirinya percayabahwa luar angkasa akan menjadi solusi bagi kebutuhan energi perusahaan AI.

“Dalam jangka panjang, AI berbasis luar angkasa jelasmerupakan satu-satunya cara untuk melakukan skala besar,” tulisnya.

Ia menyebut peluncuran satelit AI dari Bumi akan menjadifokus awal, namun menambahkan bahwa kesepakatan ini juga akan membantumewujudkan ambisi yang lebih besar.




Ambisinya ini pun diwujudkan dengan rencana Musk untukmeluncurkan hingga satu juta satelit Starlink ke orbit Bumi demi mendukungkebutuhan kecerdasan buatan (AI) di masa depan.

Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Komunikasi Federal AS(FCC), SpaceX menyebut satelit-satelit ini akan berfungsi sebagai “orbital datacenter” atau pusat data di luar angkasa.

Tujuannya, menyediakan daya komputasi besar yang dibutuhkanAI dengan lebih efisien, yang kini disebut sudah melampaui kemampuan pusat datadi Bumi.

Kondisi ‘memakan’ perusahaan sendiri ini bukan pertamakalinya dilakukan oleh Elon Musk. Sebelum menyatukan xAI dan SpaceX, Tesla–yangjuga milik Elon Musk–telah menginvestasikan dana sebesar USD2 miliar ke xAI.

Meski langkah itu menuai kritik dari sebagian pemegangsaham, tapi Musk dengan pendiriannya melakukan hal tersebut, bahkan di saatsuara abstain dan penolakan justru lebih banyak dibandingkan yang setuju.