Ernest Prakasa Terharu karena Seorang Ayah

pada 7 tahun lalu - by

Sutradara mana yang tidak gembira ketika filmnya ditonton lebih dari sejuta orang. Ernest Prakasa (34) pun merasakan hal serupa.

Namun, di balik satu juta penonton lebih itu, Ernest Prakasa mencermati komentar mereka yang telah menonton di jagat maya. 

Ada banyak kisah yang membuat Ernest Prakasa termenung, terenyuh, bahkan menitikkan air mata setelah membaca.

“Salah satunya, ada penonton yang bercerita menyaksikanCek Toko Sebelahbersama ayah. Dalam perjalanan pulang dari bioskop, ayahnya bilang: Maaf ya, kalau selama ini ayah terlalu keras mendidik kamu. Saya terenyuh. Tidak habis pikir betapa sebuah film memiliki impact yang begitu dalam kepada penonton,” cerita Ernest Prakasa di Jakarta, pekan ini.

Momen itu menguatkan komitmen Ernest Prakasa untuk senantiasa menghasilkan film-film berkualitas. Sebagai penulis skenario, ia sadar bahwa naskah merupakan roh sebuah film. Jika nanti mendapat kesempatan untuk memproduksi film baru, ia akan memperhatikan dua hal saat menulis naskah, yakni aspekbelievabledanrelatable.

“Believable artinya meski kisah yang difilmkan itu fiktif, jangan sampai merendahkan logika dan kecerdasan penonton. Sementara relatable artinya sebuah film semestinya terhubung dengan kehidupan penonton,” demikian Ernest menjelaskan. (wyn/yb)