eSIM XLSmart Tembus 1,6 Juta Pengguna, Didukung Sistem Biometrik

pada 3 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Transformasi digital yang dilakukan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) tidak hanya terlihat dari sistem registrasi biometrik, tetapi juga dari pertumbuhan signifikan layanan eSIM. Hingga awal 2026, jumlah pengguna eSIM XLSmart telah menembus angka 1,6 juta pelanggan.

Capaian ini bisa dibilang menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap teknologi kartu SIM digital yang lebih praktis dan fleksibel. Tanpa perlu kartu fisik, pelanggan kini dapat langsung mengaktifkan layanan seluler melalui perangkat yang mendukung eSIM.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan smartphone, tablet, dan wearable device yang mendukung eSIM terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi operator untuk menghadirkan layanan yang lebih ringkas dan efisien.



XLSmart memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan sistem aktivasi eSIM yang terintegrasi dengan registrasi biometrik. Hasilnya, proses aktivasi menjadi lebih cepat, aman, dan minim kendala teknis.

Bagi pelanggan, eSIM menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari kemudahan berpindah perangkat, tidak perlu khawatir kehilangan kartu fisik, hingga kemudahan mengelola beberapa nomor dalam satu gawai.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan eSIM XLSmart adalah integrasi langsung dengan sistem registrasi biometrik wajah. Dengan pendekatan ini, aktivasi eSIM bisa dilakukan tanpa proses manual yang rumit.

Direktur & Chief Regulatory XLSmart, Merza Fachys, menegaskan pentingnya sistem terintegrasi dalam menjaga keamanan layanan.

Foto ilustrasi: Freepik

“Implementasi verifikasi biometrik ini adalah komitmen nyata XLSmart dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan. Dengan validasi yang terhubung langsung ke database Dukcapil, XLSmart memastikan bahwa setiap identitas pelanggan valid dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Merza dalam pernyataannya.

Ia melanjutkan, “XLSmart mengutamakan rasa aman dan nyaman pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition ini. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang paling dicintai pelanggan.”

Melalui sistem ini, baik pengguna SIM card fisik maupun eSIM mendapatkan perlindungan yang setara, tanpa celah keamanan.

Pertumbuhan eSIM XLSmart juga ditopang oleh kesiapan infrastruktur dan sistem keamanan berstandar internasional. Perusahaan telah mengadopsi berbagai sertifikasi, termasuk ISO 27001 dan ISO 27701, untuk memastikan pengelolaan data pelanggan berjalan optimal.

Selain itu, sistem pengenalan wajah yang digunakan mengacu pada standar global. Studi GSMA menunjukkan bahwa teknologi biometrik mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan penipuan hingga 30 persen.




Sementara National Institute of Standards and Technology (NIST) mencatat bahwa akurasi pengenalan wajah modern sudah mencapai 99 persen pada kondisi tertentu. Kombinasi teknologi ini membuat proses aktivasi eSIM XLSmart relatif stabil, cepat, dan aman.

Tingginya adopsi eSIM menunjukkan bahwa pelanggan mulai merasakan manfaat nyata dari layanan ini. Banyak pengguna mengapresiasi kemudahan aktivasi tanpa harus datang ke gerai, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Selain itu, integrasi dengan aplikasi digital seperti myXL, AXISNET, dan mySF membuat pengelolaan nomor menjadi lebih praktis. Pelanggan dapat melakukan aktivasi, pengecekan status, hingga pengaturan layanan langsung dari ponsel.

Dengan basis pengguna eSIM yang telah mencapai 1,6 juta, XLSmart kini memiliki fondasi kuat untuk memperluas layanan digitalnya. Perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan seiring meningkatnya adopsi perangkat eSIM-ready di pasar.