Film Galih & Ratna Rilis di Malaysia dan Brunei

pada 9 tahun lalu - by
Advertising
Advertising

Film remake Galih & Ratna akan dirilis secara serentak pada 9 Maret 2017 di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Film Galih dan Ratna yang digarap sutradara muda berbakat, Lucky Kuswandi merupakan adaptasi dari novel Gita Cinta Dari SMA yang dibuat oleh Eddy D. Iskandar.

Film Gita Cinta dari SMA yang legendaris tahun 1979 ini dibintangi oleh Rano Karno dan Yessy Gusman, dan saat ini dihidupkan kembali dengan gaya cinta millennial yang dibintangi oleh aktor dan aktris muda berbakat Indonesia Refal Hady sebagai Galih dan penyanyi serta pencipta lagu Sheryl Sheinafia sebagai Ratna.

Reginald J Hamdani, CEO PT Central Asia Financial (CAF) mengungkapkan, “Pada acara Gala Premiere film “Galih & Ratna”, selain membagikan tiket gratis untuk para nasabah, JAGADIRI juga membagikan tiket gratis melalui kuis di sosial media JAGADIRI, @jagadiri_id untuk nonton bareng (nobar) bersama para pemain film Galih dan Ratna. Kami juga melakukan serangkaian aktivasi digital untuk mendukung promosi film Galih & Ratna.”

Menurut Regi, keterlibatan JAGADIRI adalah yang pertama kali dalam film layar lebar. Hal ini bentuk dukungan kami kepada sineas muda berbakat yang mampu menginspirasi generasi muda lainnya di Indonesia agar selalu kreatif dan berinovasi untuk membawa perubahan di bidangnya masing-masing termasuk film. "Kami memiliki visi yang sama untuk membawa perubahan dalam dunia asuransi di Indonesia, sebagai asuransi digital pertama di Indonesia, JAGADIRI memperkenalkan cara baru berasuransi dengan simple, cepat, fun dan tanpa beban,” tambahnya.

Pihak produksi film Galih dan Ratna, 3600 Synergy, berterima kasih atas dukungan JAGADIRI pada film produksi mereka. “Kami sangat mengapresiasi dukungan asuransi JAGADIRI terhadap film lokal. Dukungan ini sangat membantu kami pelaku industri film di Indonesia agar selalu dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Kami berharap dengan banyaknya sineas muda kreatif yang mendapat dukungan bisa dimaksimalkan untuk memajukan industri film di Indonesia” tutup Sendi Sugiharto, Produser film Galih dan Ratna.***