Forum Talenta Digital Komdigi, Langkah Menuju 9 Juta SDM Digital

pada 8 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id –Pembangunan sumber daya manusia digital di Indonesia menghadapi tantangan sekaligus momentum strategis. Urgensi pengembangan talenta digital ini bertepatan dengan periode krusial dalam peta jalan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Periode antara 2025 hingga 2030 dianggap sebagai jendela penting karena merupakan pintu gerbang menuju bonus demografi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dari total angkatan kerja produktif, saat ini terdapat 8,99 juta jiwa (sekitar 29,99 persen) yang berusia 15 hingga 24 tahun yang tergolong dalam kategori NIET (Not in Education, Employment, or Training). Angka ini mengindikasikan bahwa partisipasi kelompok usia muda dalam program peningkatan kompetensi digital masih relatif rendah.

Kondisi ini sejalan dengan tren global yang dilaporkan oleh World Economic Forum (WEF) pada tahun 2023. Laporan WEF menyebutkan bahwa sekitar 50 persen tenaga kerja global perlu meningkatkan keterampilan mereka agar tetap relevan dengan tuntutan dan perkembangan pesat di era digital.






Untuk itu, Komdigi menggelar Forum Talenta Digital “Sinergi Data Pelatihan untuk Penguatan Talenta Digital Indonesia”, pada Jumat (17/10). Forum ini dirancang sebagai wadah Komdigi bersama mitra global, lembaga sertifikasi, dan edutech global dan lokal untuk dapat berdiskusi secara periodik.

“Forum ini penting sekali sebagai wadah untuk kita membahas tren dan juga tantangan terkait pelatihan digital talent di Indonesia atau sebuah daerah manusia talenta digital nasional. Pemerintah sedang merencanakan dan menyusun perencanaan pelatihan nasional yang akan dilaksanakan secara periodik,” ungkap Nezar Patria, Wamen Komdigi.

Secara lebih lanjut, Nezar Patria ungkap bahwa hal ini sejalan dengan langkah pemerintah dalam mewujudkan Asta Citra Presiden nomor empat yang menempatkan pengembangan talenta digital sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, forum ini ditujukan untuk menjaring gagasan, serta membangun kolaborasi lintas sektor. Pelatihan SDM digital juga bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga prioritas nasional untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu bersaing secara global dituntut oleh transformasi digital.





Pendataan terintegrasi kunci pemerataan


Sinergi dan kolaborasi antara Komdigi dan para mitra dilakukan untuk menghimpun data sehingga dapat diperoleh satu gambaran yang lebih akurat pada sisi suplai talenta digital dengan turut memperhitungkan sisi permintaan. Dengan demikian, dapat dilakukan penyesuaian antara suplai dan permintaan.

Tujuan utama dari inisiatif ini bukanlah sekadar menghitung jumlah peserta pelatihan, melainkan untuk memperoleh gambaran besar dan terperinci mengenai data pelatihan talenta digital secara nasional.

“Dan kegiatannya itu cukup progresif dan artian pertumbuhannya itu cepat gitu. Sehingga kita harus mengkonsolidasikan semua datanya. Bukan cuma jumlah berapa peserta yang sudah dilatih, tapi apa saja yang dilatih. Karena pertukaran data ini atau dapat gambaran data besar ini juga saling mengupdate,” ungkap Nezar.

Melalui forum ini juga, Komdigi bersama para mitra juga ingin mensinergikan data pelatihan talenta digital. Nantinya, setelah adanya pendataan tersebut, peta secara komprehensif dapat disusun dan digunakan.

“Kita coba himpun datanya dan lalu kemudian kita akan lihat, kita akan petakan dan nantinya akan ada satu arahan-arahan ya untuk makin menajamkan, makin mengefisienkan, makin mengoptimalkan program pelatihan talenta digital di Indonesia,” jelas Nezar Patria.



Hal ini menjadi krusial mengingat proyeksi kebutuhan talenta digital di Indonesia yang mencapai sekitar 9 juta orang hingga tahun 2030. Namun, sampai saat ini masih ada gap hampir 2 juta digital talent.

“Karena kan sekalian seperti kita ketahui sampai dengan 2030 kita membutuhkan sekitar 9 juta digital talent dan kita masih ada gap hampir 2 juta lebih ya, 2 juta lebih. Dan karena itu dibutuhkan satu kerja cepat dan kolaborasi serta sinergi dari semua stakeholder dalam mendukung proses transformasi digital di Indonesia,” jelas Nezar.

Lebih lanjut Nezar Patria mengungkapkan, “Dan kita harapkan nanti di 2030 digital talent kita itu lebih siap ya, terutama bisa menyambut teknologi tenaga baru yang akan datang. Perkembangan artificial intelligence misalnya, terus di bidang IOT, di bidang blockchain, di bidang soal kriptografi, juga di bidang cybersecurity.”

Seluruh area tersebut dinilai penting mengingat perkembangannya yang cukup cepat.

Di sisi lain, pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah memenuhi talenta digital per tahun dalam lima tahun ke depan. “Ini menjadi tantangan kita pada saat ini. 5 tahun ke depan itu memenuhi sekitar 600 ribu talenta digital per tahun itu berat,” ungkap Boni Pujdianto selaku Kepala Badan Pengembandan SDM Komdigi.

Pemenuhan kebutuhan talenta ini tidak hanya mengandalkan lulusan dari institusi formal seperti perguruan tinggi, politeknik, dan SMK. Namun, juga harus melibatkan program pelatihan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi global dan lembaga pelatihan lainnya.