Gak Perlu Impor? Bahlil Sebut RI Bisa Produksi BBM Standar Euro 5

Uzone.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan saat ini Indonesia sudah bisa memproduksi BBM dengan standar setara Euro 5. Dengan demikian Indonesia bisa mengurangi impor BBM, terutama solar.
Produksi BBM dengan standar setara Euro 5 ini akan terealisasi jika pemerintah telah mengoperasikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
Bahlil mengatakan kilang dalam negeri ini bisa memproduksi BBM setara Euro 5 yang membuka peluang pengurangan hingga penghentian impor BBM, terutama solar.
"Insya Allah setelah RDMP Kilang Balikpapan beroperasi, impor solar akan dihentikan. Ini bagian dari upaya mendorong kedaulatan energi," ujar Bahlil dalam keterangannya dikutip oleh Uzone.
"Yang (RDMP) sekarang kualitasnya sangat bagus sekali, sudah menuju setara dengan Euro 5, dan ini menuju kepada net zero emission," lanjutnya.
Saat ini kebutuhan akan solar tercatat mencapai 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, pasokan biodiesel lewat program B40 memnyummbang sekitar 15,9 juta kiloliter.
Artinya kebutuhan solar murni ada di kisaran 23,9 juta kiloliter per tahun, di mana produksi solar nasional sudah mencapai 26,5 juta kiloliter per tahun.
Sedangkan bensin, saat ini konsumsi terbesar berasal dari RON 90 yang sebesar 28,9 juta kiloliter per tahun. Kemudian diikuti RON 92 dengan kebutuhan sekitar 8,7 juta kiloliter per tahun.
Untuk bensin dengan RON 95 dan 98, kebutuhannya cukup kecil yakni hanya 650 ribu kiloliter per tahun.
Artinya secara total, kebutuhan nasional untuk bensin secara keseluruhan mencapai 38,5 juta kiloliter per tahunnya.
Jika RDMP Kilang Balikpapan dioptimalisasi memungkinkan peningkatan produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 hingga 5,8 juta kiloliter per tahun.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, membuat impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 dapat ditekan hingga hanya sekitar 3,6 juta kiloliter per tahunnya.
"Ke depan, penerapan E10 berpotensi menghemat impor bensin hingga 3,9 juta kiloliter per tahun," pungkas Bahlil.
Jika rencana di atas benar terwujud, maka impor BBM di Indonesia hanya untuk memenuhi kebutuhan akan bensin RON 90 saja.
Sayangnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak menyebutkan kapan RDMP Kilang Balikpapan akan beroperasi dan bisa memproduksi BBM secara optimal.