Google Manfaatkan AI untuk Bantu 38 Juta Petani Prediksi Cuaca

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id –NeuralGCM, model Google Research, telah membantu 38 juta petani di India untuk memprediksi cuaca. Hasilnya, jutaan petani dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang waktu menanam benih yang paling baik.

Tidak sendirian, tim Google Research melalui NeuralGCM berkolaborasi dengan tim Inisiatif Prakiraan Cuaca Berpusat pada Manusia dari Universitas Chicago.

Dalam pelaksanaannya, mereka berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Kesejahteraan Petani di India untuk mengirimkan prakiraan cuaca melalui SMS kepada sekitar 38 juta petani sebulan sebelumnya.

Hal ini memungkinkan para petani untuk menyelaraskan keputusan mengenai waktu penanaman benih dengan cuaca yang akan datang.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti Universitas Chicago menunjukkan bahwa prakiraan cuaca yang lebih awal ini dapat meningkatkan pendapatan tahunan petani hingga dua kali lipat.







Bagaimana cara kerja NeuralGCM?

NeuralGCM diciptakan sebagai bentuk eksplorasi dan demonstrasi apakah AI dan machine learning dapat digunakan untuk menciptakan model prakiraan cuaca dan iklim yang lebih efisien, cepat, dan akurat dibandingkan model tradisional yang sangat bergantung pada superkomputer.

Model berbasis AI ini dirancang agar fleksibel dan efisien sehingga prakiraan cuaca berkualitas tinggi lebih mudah diakses oleh komunitas ilmiah.

Tidak seperti model tradisional yang sepenuhnya bergantung pada fisika hard-coded, model berbasis AI ini dilatih berdasarkan data cuaca selama beberapa dekade untuk menyimpulkan pola dan belajar dari peristiwa masa lalu, sekaligus menggunakan fisika.

Di sisi lain, saat NeuralGCM dirilis secara publik, tim peneliti Google berharap alat ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas untuk mendukung aplikasi-aplikasi inovatif mereka.

Harapan ini kemudian terwujud. Lewat pengujian, tim Universitas Chicago menemukan bahwa NeuralGCM ketika dipadukan dnegan model canggih seperti Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) dan Artificial Intelligence/Integrated Forecasting System (AIFS), serta data historis akan secara akurat memprediksi musim.





Seberapa berdampak temuan ini untuk para petani?

Tim dari Universitas Chicago menemukan fakta menarik bahwa salah satu keputusan paling penting—yang akan berpengaruh pada hasil panen—bagi petani di India adalah waktu penanaman benih.

Jutaan petani sangat bergantung pada informasi mengenai kapan musim hujan akan datang setiap tahun.

Namun, tantangan yang telah berlangsung selama satu abad adalah menghasilkan prakiraan yang akurat mengenai waktu dimulainya musim hujan, terutama dengan waktu tunggu yang panjang dan dalam skala lokal.

Berdasarkan temuan kolaborasi antara tim research Google dan Universitas Chicago, NeuralGCM tidak hanya mampu memprediksi awal musim hujan di India sebulan sebelumnya, tetapi juga dapat mendeteksi periode kering yang tidak biasa selama perkembangan musim hujan.

Mengutip dari Google Blog, “Proyek ini merupakan contoh hebat tentang bagaimana teknologi AI mendasar, yang lahir dari penelitian, dapat melayani kasus penggunaan dunia nyata, yang pada akhirnya membantu masyarakat di seluruh dunia membangun ketahanan iklim,” tutup Google.