Grab-Gojek Hapus Sistem Langganan Hemat, Harga Ongkos Bakal Naik?

Uzone.id— Gojek danGrab sama-sama menghilangkan sistem langganan pada Mode Hemat untuk para mitradriver. Artinya, mitra driver tak akan lagi diminta untuk berlangganan ketikaingin mengaktifkan opsi Hemat di masing-masing platform.
Grab dan Gojekmenjelaskan bahwa penghapusan ini akan dilakukan dalam waktu dekat.Meskipenghapusan ini akan memberikan dampak kepada Mitra, namun hal ini juga turutmemberikan dampak pada pengguna nantinya.
Apakah ongkos pengguna Grab dan Gojek akan naik?
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Grab dan Gojek,keduanya menyatakan akan ada penyesuaian dalam harga yang dibebankan kepengguna.
Neneng Goenadi, selaku CEO dari Grab Indonesia mengatakankalau layanan GrabBike Hemat akan mengalami penyesuaian harga pascapemberhentian skema langganan pada driver ojek online.
“Grab menegaskan bahwa layanan GrabBike Hemat untuk konsumenakan tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang dilakukan secara terukur,dengan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” kata Neneng.
Namun, Neneng menjelaskan kalau harga untuk layanan GrabBikeStandard tidak mengalami perubahan.
Di Gojek, penyesuaian biaya ini dilakukan bukan secaralangsung karena penghapusan sistem langganan Mode Hemat, namun karena Gojekyang akan menerapkan sistem bagi hasil 8 persen pada opsi GoRide Hemat.
“Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yangmoderat pada GoRide Hemat, dan di saat yang sama Gojek memastikan bahwapenyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauanbagi masyarakat,” kata Hans Patuwo, Direktur Utama/CEO GoTo.
Penyesuaian ini disebut akan bermanfaat bagi mitra pengemudidan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesejahteraan mitrapengemudi.
Gojek dan Grab sama-sama menyebut bahwa kesejahteraan paramitra menjadi prioritas mereka.
“Kesejahteraan Mitra Pengemudi merupakan prioritas utamakami. Grab Indonesia terus mengupayakan pendapatan Mitra Pengemudi tetapterjaga di tengah dinamika industri saat ini,” ujar Neneng.
Sementara di Gojek, perusahaan menemukan bahwa skemalangganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitrapengemudi.
“Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitrapengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagiseluruh pihak,” tutur Hans.