Grab hingga Lazada kena Semprot di Filipina, Gegara Iklan Judol

Uzone.id —Grab dan Lazadamendapat peringatan dari otoritas Filipina karena iklan yang memuat aktivitasperjudian dan membuat kedua aplikasi langsung menghapus iklan perjudian onlinedi platform mereka.
Kedua aplikasi ini mendapat peringatan dari Bangko Sentral Pilipinas (BSP) semenjak 14 Agustus 2025 lalu dimana "akses perjudiandalam aplikasi" diminta dihapus dari semua aplikasi dan situs web.
Kedua aplikasi ini diberi waktu sekitar 48 jam dan pada 18Agustus 2025 kemarin, keduanya sudah menghilangkan iklan judi dari platformmereka.
Lazada sendiri telah menutup toko-toko terkait perjudiandari berbagai operator perjudian di aplikasinya, termasuk toko-toko yangbiasanya menjual voucher digital untuk perjudian.
Platform e-commerce ini pun membenarkan soal penghapusantoko online dan dilakukan setelah mendapat arahan dari BSP.
"Kami melakukan tinjauan komprehensif terhadap sistemkami untuk memastikan bahwa tidak ada akses langsung atau tidak langsung kekonten terkait perjudian di seluruh platform kami," kata perusahaan itudikutip dari Tech in Asia, Senin, (19/08).
Meski aktivitas perjudian di Filipina termasuk legal, namunFilipina saat ini menghadapi peningkatan popularitas perjudian online yangtinggi, bahkan disebut sebagai epidemik.
Tak hanya Grab dan Lazada, beberapa perusahaan fintechseperti bank digital Maya dan GCash di Filipina juga mendapat kecaman karenamasih memfasilitasi perjudian.
Keduanya pun ikut mematuhi arahan BSP pada tanggal 16Agustus. Sayangnya, meskipun iklan dan tautan ke platform perjudian tidak lagidapat dilihat di aplikasi mereka, Maya dan GCash tetap menjadi opsi pembayarantunai untuk beberapa platform perjudian di bawah DigiPlus.
Permintaan soal batasan iklan judi online ini disampaikanPemerintah Filipina setelah adanya penyelidikan terkait maraknya platform judionline di negara tersebut. Para senator memberikan tekanan pada pejabat BankSentral Filipina (BSP) karena dianggap gagal mengatur iklan judi pada dompetdigital dan bank digital.
Sebelumnya, BSP sendiri berkomitmen untuk menerapkan batasharian pada transfer terkait judi serta “pembatasan berbasis waktu” untukaktivitas judi online di dompet digital.