Hacker Jual Data Tokopedia Senilai Rp74,6 juta ke Dark Web

pada 4 tahun lalu - by

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Uzone.id- Serangkaian pencurian data di dunia maya yang terjadi belakangan ini mencemaskan banyak orang. Sekelompokhackerdiketahui tak hanya mencuri data dari platform luar negeri, tetapi juga menjual data Tokopedia.

MengutipEndgadget,ZDNettelah mempelajari bahwa kelompokhacker ShinyHunters menjual sekitar 73,2 juta data pengguna. Parahackermenjual akun yang mereka curi dari berbagai situs.

Baca juga:Bhinneka.com Lakukan Investigasi Pencurian 1,2 Juta Akun Pengguna

Endgadgetmenyampaikan lebih jauh asal data-data yang dicuri hacker. Sekitar 30 juta data pengguna berasal dari aplikasi kencan Zoosk asal San Francisco, Amerika Serikat (AS). Sementara itu, 15 juta data pengguna berasal dari layanan percetakan Chatbooks asal San Francisco, AS.

Sisa akun yang dicuri berasal dari berbagai situs, termasuk media Star Tribune asal AS (1 juta), situs fashion dan furniture asal Korea Selatan (total 8 juta), dan media Chronicle of Higher Education asal Washington, D.C., Amerika Serikat (3 juta).

Baca juga:Kronologi 1,2 Juta Akun Pengguna Bhinneka.com Dibobol

ShinyHunters juga mengklaim telah mencuri 500GB dari repositori privat di situs coding GitHub dan masuk ke toko online Tokopedia pada awal Mei 2020.

Serangan yang dilakukan ShinyHunters terhadap GitHub dianggap sebagai yang paling sensitif. Namun belakangan diketahui bahwa ShinyHunters menjual data Tokopedia dengan harga USD 5.000 (sekitar Rp74,6 juta). Apa yang dilakukan ShinyHunters kepada Tokopedia dipandang sebagai perampasan uang, mengingat mereka melakukannya dalam skala besar.