Harga BBM RON 95 di Malaysia Turun Jadi Rp15 Ribuan, RI Kapan?

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Dengan harga minyak dunia yang sedang turun, membuat negara tetangga kita juga turut menyesuaikan harga. Terlihat dari harga BBM RON 95 non-subsidi di Malaysia yang hanya dijual Rp15 ribuan saja per liter. Pertanyaan berikutnya adalah: Indonesia kapan?

Malaysia memang punya kebijakan memperbarui harga BBM setiap minggu. Harga yang berlaku saat ini merupakan penetapan untuk hari Kamis sampai hari Rabu pekan berikutnya, yang diumumkan oleh Kementerian Keuangan.

Dikutip dari media lokal Malaysia, Paultan, harga BBM non-subsidi memang tercatat mengalami penurunan. Untuk bensin RON 95 non-subsidi, harganya turun 25 sen menjadi 3,47 ringgit per liter.

Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs saat ini 1 ringgit = Rp 4.357, angka tersebut setara dengan Rp 15.121 per liter.




Sebagai gambaran perbandingan, harga bensin RON 95 non-subsidi di Malaysia ini bahkan masih lebih murah ketimbang harga Pertamax (RON 92) di Indonesia yang saat ini dijual Rp 16.250 per liter.

Sementara itu, bensin RON 97 juga mengalami penurunan sebesar 25 sen, sehingga kini dijual 4,10 ringgit atau setara Rp 17.866.

Harga BBM RON 97 di Malaysia itu cukup mirip dengan yang dijual di Indonesia yakni Pertamax Green 95 yang dijual Rp17.000 per liter. Hanya saja dari segi kualitas berbeda mengingat Pertamax Green hanya memenuhi standar RON 95.



Bagi warga negara Malaysia yang berhak, tersedia skema subsidi Budi Madani RON 95 (Budi95). Harganya tetap stabil di 1,99 ringgit per liter (Rp 8.671).

Syaratnya, pembeli BBM subsidi harus memiliki SIM yang masih berlaku dengan kuota bulanan maksimal 200 liter per bulan.

Selain bensin, bahan bakar jenis diesel juga ikut turun harga. Solar di Malaysia turun 30 sen menjadi 4,07 ringgit per liter (Rp 17.735), sementara solar Euro 5 B7 turun menjadi 4,27 ringgit per liter (Rp 18.607).

Untuk wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan, harga eceran solar bertahan di angka 2,15 ringgit per liter (Rp 9.368) sampai akhir bulan.




Bahkan mulai 1 Juli, harga eceran solar campuran B10 dan B15 bagi warga negara Malaysia akan diturunkan menjadi 2,10 ringgit per liter (Rp 9.151).

Skema ini berlaku untuk Semenanjung Malaysia serta Sabah dan Sarawak, dengan persyaratan yang sama seperti pada subsidi Budi95.

Penyesuaian harga ini berlaku untuk periode 25 Juni 2026 sampai 30 Juni 2026, yang menjadi penetapan harga BBM mingguan ke-27 untuk tahun 2026.

Pemerintah Indonesia sendiri sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda melakukan penyesuaian harga BBM agar menjadi lebih murah meskipun harga minyak dunia sedang menurun.