Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap, Pertalite Tidak Naik

pada 19 jam lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Pemerintah secara resmi memberikan kepastian bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan daya beli masyarakat tetap stabil meski harga minyak dunia terus bergerak.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Penjelasan tersebut diberikan setelah Bahlil memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6).

Dalam penjelasannya, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah sengaja mengambil langkah ini untuk mengamankan daya beli masyarakat.




Situasi ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian, ditambah dengan dinamika geopolitik internasional yang masih terus berlangsung, menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan ini.

"Harga BBM untuk bersubsidi (Pertalite dan Solar) maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Sementara harga yang non-subsidi menyesuaikan dengan harga pasar yang ada," kata Bahlil dalam keterangannya.





Ia menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi pemerintah agar masyarakat tidak terlalu terdampak oleh lonjakan harga energi global yang saat ini sedang terjadi.

"Pemerintah sedang menggodok berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat. Karena itu BBM subsidi tidak kita naikkan sama sekali, sedangkan yang lainnya dilakukan penyesuaian," ujar Bahlil.

Perlu dicatat, kebijakan ini diumumkan tepat sehari setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga pada sejumlah BBM non-subsidi. Salah satu yang paling disorot adalah harga Pertamax, yang kini dibanderol seharga Rp 16.250 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.




Penyesuaian harga pada jenis non-subsidi ini memang tidak bisa dihindari, mengingat lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipengaruhi oleh situasi geopolitik internasional.

Selain fokus menjaga stabilitas harga energi saat ini, Bahlil juga membocorkan rencana strategis ke depan. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan khusus untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mulai menggenjot pengembangan sumber-sumber energi alternatif, agar Indonesia ke depannya lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi.