Harga Minyak Dunia Turun, Donald Trump Protes Harga BBM Masih Mahal

Uzone.id-Pasar energi global mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke level USD71 per barel.
Angka ini merupakan penurunan signifikan setelah berbulan-bulan bertahan di kisaran US$100 per barel akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Penurunan ini terjadi menyusul adanya kesepakatan penghentian operasi militer antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun kondisi pasar global dinilai masih dibayangi ketidakpastian.
Meski biaya bahan baku minyak mentah telah menyusut, Presiden Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat konsumen Amerika Serikat belum menunjukkan penurunan yang setara.
MelansirCarscoop,Trump menuding perusahaan-perusahaan migas melakukan "pemerasan" terhadap masyarakat dengan mempertahankan harga jual yang dinilai terlalu tinggi di tengah penurunan harga minyak dunia.
Akibat dugaan pengambilan keuntungan berlebih (profiteering) ini, Trump telah meminta Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) untuk melakukan penyelidikan resmi.
Ia mendesak agar penyesuaian harga di tingkat SPBU bisa dilakukan lebih cepat agar tidak membebani konsumen.
Pembelaan Industri: Masalah Rantai Pasok
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak industri migas memberikan klarifikasi mengenai kompleksitas penetapan harga BBM.
Bethany Williams, juru bicara American Petroleum Institute (API), menjelaskan bahwa harga BBM tidak bergerak secara linier dan instan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah di pasar global.
Williams menekankan beberapa faktor teknis yang memengaruhi keterlambatan penyesuaian harga, di antaranya:
- Waktu Distribusi: Kapal tanker memerlukan waktu perjalanan berminggu-minggu untuk mengangkut minyak dari kilang menuju titik distribusi.
- Kapasitas Kilang: Kondisi kilang dan rantai pasok global masih terdampak oleh gangguan pasokan sebelumnya.
- Stabilisasi Pasar: Setelah guncangan geopolitik, pasar energi membutuhkan waktu untuk mencapai titik stabil.
Menurut API, fokus utama industri saat ini adalah menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat agar tidak terjadi kelangkaan di tengah situasi global yang masih rentan.