Harga Pertamax Naik, Ini Daftar Motor yang Aman Minum Pertalite
.png)
Uzone.id- Naiknya harga Pertamax memang bikin banyak pengendara motor pusing dan mempertimbangkan untuk membeli Pertalite. Banyak pemilik motor yang kini mulai melirik Pertalite sebagai jurus jitu menekan pengeluaran harian.
Harganya yang lebih ramah di kantong memang sangat menggoda, tapi sebelum asal isi, ada baiknya kamu paham dulu apakah mesin motor kesayanganmu cocok dengan BBM subsidi ini.
Masalahnya, enggak semua motor diciptakan sama. Kunci utamanya ada pada rasio kompresi mesin. Penggunaan BBM harus disesuaikan dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) agar proses pembakaran berlangsung optimal.
Secara umum, motor dengan rasio kompresi hingga sekitar 10:1 masih tergolong aman menggunakan Pertalite (RON 90) tanpa menimbulkan masalah berarti.
Berdasarkan penelusuran Uzone.id, masih banyak motor baru yang dijual di Indonesia dengan kemampuan mesin untuk bisa menenggak Pertalite.
Seperti contohnya dari merek Honda, terdapat beberapa model entry level di segmen skutik terdapat BeAT, Genio, Scoopy, hingga Vario 125. Ada juga beberapa model motor bebek seperti Revo dan Supra X 125.
Dari merek Yamaha akan lebih banyak pilihan motor yang bisa meminum Pertalite, seperti Mio M3, Gear 125, FeeGo 125, X-Ride 125, Fino 125. Motor bebeknya juga masih ada seperti Vega Force dan Jupiter Z1.
Bukan cuma Honda dan Yamaha, Suzuki juga punya produk motor yang cocok diisi Pertalite seperti NEX II, Address, dan Smash FI.
Selain motor-motor tadi, sayangnya terdapat beberapa produk yang dirancang dengan rasio kompresi tinggi demi mengejar efisiensi dan performa maksimal.
Nah kalau sudah memilih motor dengan rasio kompresi tinggi, tentu lebih ideal menggunakan BBM dengan RON 92 ke atas. Apa saja sih motornya? Khususnya di segmen matic, Honda punyca Vario 160, PCX 160, ADV 160, dan Stylo 160.
Sementara di Yamaha, terdapat pilihan big matic seperti Lexi LX 155, Nmax Turbo, Aerox Alpha, hingga Xmax.
Masalahnya, kalau motor kompresi tinggi dipaksa minum Pertalite terus-menerus, risikonya bukan cuma bikin lelet. Mesin berpotensi mengalami knocking atau gejala ngelitik karena pembakaran yang prematur.
Dampak jangka panjangnya juga cukup serius, mulai kerak karbon cepat menumpuk di ruang bakar, busi jadi gampang kotor, hingga merusak sistem injeksi.
Oleh karenanya, sebelum memutuskan pindah ke Pertalite demi irit, pastikan dulu spesifikasi mesin motor kamu.
Cara paling akurat adalah dengan memperhatikan rekomendasi bahan bakar yang tercantum dalam buku manual kendaraan masing-masing.