Harga Reno16 Series Kok Jadi Mahal Banget Sih, Oppo?

Uzone.id-Oppo Reno16 Series resmi meluncur di Indonesia dengan harga yang lebih tinggi dibanding seri sebelumnya. Bahkan untuk varian tertingginya, Oppo Reno16 Pro, kini sudah menyentuh harga Rp14.999.000 atau naik Rp1 juta kalau dibandingkan dengan Reno15 Pro Max yang bahkan mengusung RAM 12 GB dan memori 512 GB.
Kenaikan lumayan signifikan terjadi pada seri Reno16 F dan Reno16. Sebagai gambaran, Oppo Reno16 F 8/128 GB dijual dengan harga Rp7.999.000. Padahal pada generasi sebelumnya, Reno15 F 8/128 GB dibanderol Rp5.999.000, atau naik Rp2 juta untuk varian paling bawah.
Kenaikan juga terlihat di model 8/256 GB. Oppo Reno16 F 8/256 GB dijual Rp8.699.000, sementara Reno15 F 8/256 GB sebelumnya dipasarkan Rp6.499.000. Selisihnya mencapai Rp2,2 juta.
Malah, lonjakan harga pada Oppo Reno16 jauh lebih tinggi. Varian 8/256 GB kini dijual Rp11.999.000, naik Rp3,7 juta dari Reno15 8/256 GB yang sebelumnya dijual Rp8.299.000. Sementara varian 12/256 GB naik dari Rp8.999.000 di Reno15 menjadi Rp12.999.000 di Reno16. Selisihnya tembus Rp4 juta.
Lantas, kenapa harga Oppo Reno16 Series bisa semahal itu sekarang? Apalagi, selama ini Reno Series dikenal sebagai linismartphonekelas menengah yang fokus pada desain, kamera, dan fitur-fitur khusus untuk anak muda.
Deni Setiawan, Product Manager Oppo Indonesia, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang membuat harga Reno16 Series naik. Salah satu faktor utamanya datang dari komponen memori RAM.
“Kalau untuk harga, ada beberapa poin yang bisa saya sampaikan. Rekan-rekan semua juga mengerti tentang keadaan bagaimana memori RAM itu sendiri jadi agak lebih sulit, dan kenaikan harga itu utama memang dari memori RAM itu sendiri,” kata Deni usai peluncuran Oppo Reno16 Series di Jakarta.
Selain RAM, nilai tukar juga ikut menjadi salah satu faktor dalam penentuan harga akhir. Menurut Deni, faktor kurs turut memengaruhi harga akhir perangkat yang dijual di pasar Indonesia.
“Ada juga nilai tukar yang memang itu juga membebani dari harga,” lanjutnya.
Harga lebih mahal, peningkatan lebih banyak
Meski harganya naik, Oppo mengklaim kalau harga tersebut sejalan dengan peningkatan yang ditawarkan. Upgrade tersebut bukan cuma dari sisi hardware, tapi juga desain, pengalaman gaming, hingga fitur AI yang kian lengkap.
Desain saja, Oppo melakukan investasi untuk desain 3D Pop-up Planet yang jauh lebih besar dengan waktu pengembangan yang juga lebih lama dibanding sebelumnya.
“Ngomongin desain ini saja, kita melakukan investasi untuk mengembangkan desain 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Waktu R&D-nya juga lebih lama, 3-4 kali lebih lama untuk mengembangkan desain ini,” jelasnya.
Menurut Deni, desain seperti ini menjadi salah satu pembeda Reno16 Series, terutama karena lini Reno memang menyasar pengguna muda yang ingin perangkatnya terlihat lebih menonjol.
Selain desain, Oppo juga menyoroti peningkatan performa. Namun, Deni menegaskan bahwa Oppo tidak ingin sekadar mengejar angka benchmark tinggi.
Menurutnya, pengalaman bermain game di Reno16 Series juga dikembangkan lewat fitur-fitur kecil yang lebih dekat dengan kebiasaan pengguna. Salah satunya adalah fiturscreenshotin-gamedalam resolusi 2K.
“Biasa kalau orang menang main game ituscreenshot, (terus) pamer ke sosial media. Tapiscreenshotitu pecah semua. Nah, di sini kitaimprove screenshot in-gameitu bisa 2K resolusinya,” ujarnya.
Faktor lain yang ikut memengaruhi harga Oppo Reno16 Series adalah fitur AI. Deni menyebut, pengembangan AI dismartphonetidak sesederhana menambahkan fitur di permukaan, karena ada kebutuhanbackend, server, dan proses pengembangan di baliknya.
Menurutnya, AI kini menjadi pembeda baru di pasarsmartphone. Jika sebelumnya persaingan lebih banyak di sektor spesifikasi, kini fitur AI dianggap menjadi ruang baru untuk menunjukkan diferensiasi produk.
Di Reno16 Series, Oppo membawa sejumlah fitur AI yang diarahkan untuk kebutuhan konten, seperti AI Remix, Popout Collage, AI Portrait Glow, hingga editor video lengkap, tanpa harus memakai aplikasi pihak ketiga.
“AI itu kan tidak mungkin gratis juga. Karena kalau kita ngomongin AI, adabackend-nya, ada data server-nya, dan bahkan kita juga tahu beberapa platform AI itu berlangganan,” pungkasnya.