HP Lain Pakai Periskop 200 MP, Kok Galaxy S26 Ultra Masih 50 MP?

San Francisco, Amerika Serikat, Uzone.id-Banyak yang berharap Samsung meningkatkan kameraperiscope telephotodi Galaxy S26 Ultra dengan menggunakan sensor 200 MP sepertismartphonelain di kelasnya.Toh, Samsung sendiri punya sensor kamera 200 MP untuk kameratelephotoyang saat ini dipakai Vivo X300 Pro, yakni ISOCELL HPB.
Alih-alih pakai sensor yang lebih baru, Samsung tetap setia dengan kameraperiscope telephoto50 MP dengan kemampuan 5xoptical-zoom. Upgrade-nya, kamera ini punya bukaan lensa yang lebih lebar, yakni f/2.9 dari sebelumnya f/3.4.
Dijelaskan Sungdae Joshua Cho, EVP sekaligus Head of Visual Solution Team Samsung Electronics, kualitas gambar yang dihasilkan pada sebuah kamerasmartphonetidak serta-merta lahir dari besarnya angka megapiksel saja, tapi lebih dari itu.
"Untuk kamera, gambar terbaik bisa didapatkan dari kombinasi terbaik antara AP (Application Processor) dan sensor," jelas Joshua dalam sesi tanya jawab dengan media, di gelaran Galaxy Unpacked 2026 yang berlangsung di San Francisco, Amerika Serikat (AS).
Joshua menegaskan, Samsung masih sangat percaya diri dengan konfigurasi kamera Galaxy S26 Ultra. Ia beranggapan, timnya telah menemukan kombinasi paling optimal antara performaimage signal processor(ISP) dan sensortelephotoyang dipakai sekarang.
Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan hadirnya sensor untukperiscope telephotodi lini Ultra pada masa mendatang. Joshua memastikan bahwa proses riset dan pengembangan di laboratorium Samsung akan terus berjalan.
“Di masa depan, kami yakin jika kami telah menemukan kombinasi yang lebih baik yang akan membawa nilai lebih besar bagi konsumen kami, dan pada saat itulah kami akan mempertimbangkan perubahan,” tambah Joshua.
Samsung enggan pakai AI Zoom untuk motret jauh
Lebih lanjut, Joshua juga merespons pertanyaan terkait tren kompetitor yang saat ini menggunakan teknologiAI-assisted zoompada kameratelephotomereka. Untuk diketahui, teknologi ini diandalkan untuk meningkatkan ketajaman dan detail gambar saat diperbesar berkali-kali.
Menurutnya, Samsung punya pandangan yang berbeda. Samsung, kata Joshua, tidak menerapkan AI generatif pada saat pengguna menekan tombolshutteratau pada tahap pengambilan gambar—filming stage.
"Untuk Samsung Galaxy, kami tidak menggunakangenerative AIpada tahap pemotretan, tetapi tersedia untuk pascaproses di galeri untuk gambarzoomrasio tinggi," terangnya.
Ia menilai bahwa teknologi AI generatif saat ini belum cukup sempurna dan masih memiliki kekurangan, terutama dalam hal menciptakan halusinasi pada gambar.
“Dan itu karena, seperti yang ada saat ini, teknologi AI generatif masih memiliki beberapa keterbatasan, terutama halusinasi, yang berpotensi menyebabkan noise yang tidak diinginkan pada gambar. Dan itulah mengapa kami menggunakannya untukpost-processingsaja,” pungkas Joshua.