Huru Hara Internet Gratis Starlink untuk Korban Banjir di Sumatra

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Di tengah duka yangmenyelimuti Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara, Elon Musk lewat perusahaaninternet berbasis satelit mereka ‘Starlink’ menghadirkan internet gratis untukmenopang telekomunikasi yang terbatas di daerah-daerah terdampak.

Diumumkan pada Sabtu, (29/11), lalu, layanan internetsatelit gratis ini bisa digunakan oleh pengguna baru maupun pengguna lamaStarlink di wilayah-wilayah tersebut.






“Bagi masyarakat yang terdampak banjir parah di Indonesia,Starlink menyediakan layanan gratis bagi pelanggan baru dan existing hinggaakhir Desember 2025,” tulis Starlink.

Sayangnya, dalam penerapannya, internet gratis Starlink inimenimbulkan kontroversi baru. Bukan dari pihak Starlink-nya, tapi ‘serba-serbi’ini hadir dari masyarakat Indonesia sendiri.

Siapa saja yang mendapatkan internet gratis Starlink?

Seperti yang disampaikan dalam pengumuman Elon Musk,Starlink memberikan layanan internet gratis bagi pengguna mereka yang menjadikorban bencana alam di Aceh dan Sumatra. Gak cuma Indonesia, hal serupa jugaditerapkan di Sri Lanka yang juga mengalami bencana alam.

Starlink bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuksegera mendistribusikan terminal dan memulihkan konektivitas di wilayah-wilayahyang paling parah terdampak di wilayah Sumatera.

Internet gratis ini berlaku untuk pengguna baru, penggunalama hingga pengguna yang akunnya tengah diblokir/ditangguhkan oleh Starlink.Elon Musk mengatakan kalau internet gratis ini berlaku hingga akhir Desember2025.

Untuk mendapatkan layanan internet gratis Starlink ini,pengguna bisa langsung melihat kredit yang ditampilkan melalui tab penagihan diakun masing-masing.

Kontroversi bayar sewa internet gratis Starlink

Di tengah kabar internet gratis yang menjadi sedikit harapanbagi masyarakat terdampak, muncul peristiwa lain yang cukup bikin geleng-gelengkepala. Bagaimana tidak, kondisi yang seharusnya menjadi momen tepat untuksaling membantu malah dimanfaatkan segelintir orang untuk mencari keuntungan.

Baru-baru ini muncul kabar dari warga Aceh yang inginmenggunakan layanan internet berbasis Starlink, dimana mereka harus membayarsejumlah uang jika mau menggunakan layanan tersebut.

Dalam postingan yang dibagikan netizen pada Senin, (01/12),masyarakat setempat diminta untuk membayar ‘sewa’ ketika ingin menggunakaninternet tersebut.

“Elon, info dari teman saya yang berada di Langsa, Aceh: Disaat banjir Sumatra, layanan Starlink yang harusnya gratis malah disewakandengan harga Rp20 ribu rupiah per jam-nya. Apa yang harus kami lakukan?” tanyasalah satu netizen.






Dalam informasi yang ramai tersebar, warga yang inginmenggunakan layanan internet dari Starlink ini perlu membayar sekitar Rp10 ribuhingga Rp20 ribu per jamnya untuk satu pengguna.

Setelah membayar, mereka kemudian akan mendapatkan voucherberupa password agar bisa terhubung.

Informasi lain mengungkap bahwa internet Starlink yangseharusnya gratis tersebut disewakan oleh pengguna individu yang memilikiperangkat Starlink secara pribadi. Sehingga, hal ini kembali ke sikap dankebijakan si pemilik perangkat.

Tidak hanya membayar sewa internet, beberapa orang jugamenagih biaya listrik bagi masyarakat yang ingin menggunakan internet tersebut.

Elon Musk: Gak baik ngambil keuntungan dari korbanbencana

Selain harta yang melimpah, Elon Musk memang cukup getolmenggelontorkan uang atau layanan untuk membantu korban-korban bencana alamhingga konflik di berbagai negara.

Ia pun menjelaskan alasan kenapa Starlink menggratiskanlayanan internet di 2 negara sekaligus yaitu di Indonesia dan Sri Lanka. Iamenyebut bahwa ini sudah menjadi standar kebijakan mereka dimana setiap adabencana alam, maka mereka harus menggratiskan layanan di wilayah terdampak.

“Kebijakan standar SpaceX adalah menyediakan layananStarlink secara gratis setiap kali terjadi bencana alam di mana pun di dunia,”kata Elon Musk dalam cuitannya.

Ia pun enggan merasa rugi dan menyebut kalau memungut uangdari daerah yang terkena bencana alam adalah hal yang tidak pantasdilakukan. 

“Tidak pantas untuk mendapatkan keuntungan dari musibah,”tambahnya.






Munculnya istilah ‘Pulsa’ Starlink

Belum cukup dengan sewa internet gratis, muncul lagi istilahlain yang memicu perdebatan. Di tengah polemik pungutan internet di wilayahbencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, munculsebuah istilah ‘pulsa Starlink’.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah mengirimkan puluhanperangkat Starlink ke wilayah terdampak untuk membantu komunikasi wargasetempat. Namun, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntakbingung siapa yang akan membayar tagihan ‘pulsa’-nya.

“(Ini) memang peralatan kami, (tapi) pulsanya kan belum tahusiapa yang mau bayar. Jadi itulah kondisinya, tetapi semangat kami untukmembantu, kami kirimkan berpuluh Starlink ke daerah bencana,” kata Marulidikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Padahal, layanan internet Starlink sendiri tidak menggunakanpulsa seperti layanan seluler biasa, melainkan menggunakan sistem berlanggananbulanan. 

Nah, poinnya, langganan bulanan ini sudah digratiskan olehStarlink sehingga tidak ada yang perlu membayar (kecuali perangkat kerasnya).

Terlepas dari itu, Kemenhan sendiri telah mengirimkan 33unit perangkat Starlink dan 5 unit dari Puskomlekad yang sudah didistribusikanke pihak setempat.