Huru-hara Rating IGRS, Komdigi Investigasi Platform Steam

Uzone.id— KementerianKomunikasi dan Digital akan melakukan investigasi mendalam terkait sistem ratingatau klasifikasi usia atauIndonesia Gaming Rating Systemdi game-game Steam.
Investigasi ini dilakukan pada Selasa, (07/04) dimana pihakKomdigi terus melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak Steam gunamencari tahu soal temuan ketidaksesuaian klasifikasi usia yang sempat membuatkehebohan di kalangan gamer Indonesia.
“Kami telah berkomunikasi dengan Steam sebagai salah satuplatform distribusi game terbesar di dunia dan sudah follow up terkait hal ini,kita sepakat untuk melakukan investigasi di internal Komdigi dan di eksternaldi pihak Steam nya,” kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital DirektoratJenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana, Selasa, (08/04).
Ia menyebut bahwa investigasi ini dilakukan untuk memastikanakar persoalan dapat diidentifikasi secara utuh serta menyesuaikan konten yangdinilai tidak selaras antara rating dan isi.
Sementara itu, Sonny kembali menegaskan bahwa IGRS inidilakukan setiap platform melalui verifikasi berlapis melalui self-assessmentdan self-declaration oleh game developer oleh publisher.
“Oleh karena itu, berbagai titik kesalahan yang terjadiseharusnya bisa dihindari,” tambahnya.
Tidak disebutkan sampai kapan investigasi ini akanberlangsung, tapi selain investigasi dengan Steam, Komdigi juga menggandengpara asosiasi dan pelaku industri game untuk bersama melakukan evaluasi danpeningkatan kedepannya.
Sebelumnya, penerapan sistem rating atau klasifikasi IGRSatau Indonesia Gaming Rating System untuk game-game di Steam menimbulkan prodan kontra karena dianggap tak sesuai dengan isi dan juga usia.
Komdigi pun turut mengecam klasifikasi usia yang diterapkanSteam karena dianggap bisa berdampak langsung pada perlindungan masyarakat diruang digital, khususnya di platform gaming.
“Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiapinformasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapatdipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggungjawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak,” tegasnya.
Penerapan IGRS sendiri diklaim menjadi salah satu caraKomdigi untuk melindungi konsumen dan menjadi panduan bagi orang tua agar anakbermain sesuai dengan usianya. Kehadiran regulasi klasifikasi usia ini jugamenjadi terobosan penting pada periode pemerintahan saat ini.