India Larang E-commerce Jual Produk Sendiri, Apa Alasannya?

pada 7 tahun lalu - by
Advertising
Advertising

Menghadapi ekspansi para raksasae-commerceyang di negaranya, India menerapkan larangan bagi perusahaane-commerceagar tidak menjual produk buatan sendiri dan produk yang terafiliasi dengan mereka.

Hal tersebut dilakukan India untuk melindungi para pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di negaranya.

Dengan larangan tersebut,e-commerceseperti Amazon dan Flipkart milik Walmart tidak lagi dapat menjual produk dari perusahaan mereka atau perusahaan yang mereka miliki saham. Perusahaane-commerce di India juga dilarang untuk memberikan penjualan eksklusif dengan penawarancashbackdan harga yang terlalu rendah pada produk eksklusif mereka.

Aturan yang akan diterapkan per 1 Februari 2019 ini bertujuan untuk menekan perilaku monopoli oleh e-commerce transnasional yang ada di India, seperti Amazon dan Flipkart milik Walmart. Jika parae-commercediizinkan untuk menjual produknya dengan sistem promosi seperti itu, dianggap akan mengancam para pengusaha lokal.

“Entitas yang memiliki penanaman modal dari entitase-commerce, atau perusahaan dari grupnya, atau yang memiliki kontrol atas inventaris dari entitase-commerceatau grup perusahaannya tidak diizinkan untuk menjual produk-produknya di platforme-commercetersebut,” ujar Menteri Perdagangan India, dilansirVenture Beat

DilansirReuters, peritel lokal India dan UMKM khawatir bila perusahaan besar ini akan memainkan harga yang dapat mendominasi pasar. Untuk itu, para UMKM dan peritel lokal ini berhasil mendorong serangkaian petisi anti-monopoli awal tahun ini yang akan dituangkan dalam peraturan baru.

Asosiasi Vendor Daring India atau All India Online Vendors Association (AIOVA) juga telah mengajukan petisi kepada Komisi Persaingan Usaha India pada Oktober lalu. Petisi itu menyudutkan Amazon yang disebut sebagaimarketplaceyang memberikan perlakuan istimewa kepada para penjual yang berafiliasi dengannya, seperti misalnya Cloudtail dan Appario.

Sebelumnya, kelompok itu juga mengajukan petisi serupa terhadap Flipkart pada Mei 2018.

Menanggapi petisi tersebut, Konfederasi Pedagang India atau Confederation of All India Traders (CAIT) menyatakan pihaknya keberatan dengan akuisisi Flipkart oleh Walmart senilai 16 miliar dolar AS pada Mei. Bagi CAIT, langkah tersebut hanya akan membuat persaingan menjadi timpang.

Sekretaris Jendral CAIT menyetujui bahwa aturan baru, jika diterapkan secara penuh, akan membuat embargo produk afiliasie-commercebesar. Langkah ini dinilai sebagai taktik jitu untuk mengendalikan dan mencegah dominasi perdagangan ritel di India melaluie-commerce.

Dengan peraturan baru ini, peran e-commerce internasional akan memiliki peran murni sebagai penyedia platform bagi para pemilik UMKM di India untuk berdagang dan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menonjolkan produk besutan mereka dibandingkan produk lokal.