Indonesia Siapkan Perpres AI, Bakal Terbit September 2025

pada 10 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— PemerintahIndonesia saat ini tengah membentuk Peraturan Presiden (Perpres) dan peta jalan(roadmap) sebagai payung regulasi AI di Indonesia. Regulasi mengenai teknologiAI ini nantinya akan berlaku di semua lembaga.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patriamenjelaskan bahwa Perpres AI akan menjadi dasar pengembangan AI yang etis,adaptif, dan tanggap terhadap dinamika global.

Peraturan Presiden ini juga nantinya akan menjadi lanjutandasar regulasi AI di Indonesia setelah sebelumnya masih berbentuk Surat Edaran.




Saat ini, regulasi mengenai AI tersebut masih dalam tahappenggodokan dimana Komdigi menargetkan draf regulasi tersebut selesai padaakhir bulan Juli 2025 ini. Sementara untuk uji publiknya sendiri akan dilakukanpada bulan Agustus 2025.

Untuk Perpres sendiri, Komdigi menargetkan selesai di bulanSeptember 2025 mendatang dan diharapkan bisa diharmonisasikan lebih jauh olehKementerian Hukum dan Kementerian Sekretariat Negara.

“Kita harapkan di akhir bulan ini regulasi itu bisadiselesaikan draftnya, lalu akan ada diskusi publik lagi di bulan Agustus, dandi bulan September kita harapkan sudah dapat bentuk finalnya dalam bentuksebagai Peraturan Presiden,” kata Nezar Patria dalam acara Peluncuran AI PolicyDialogue Country Report, Senin (28/07).




Rancangan regulasi ini hadir untuk memitigasi risiko-risikoyang muncul di tengah masifnya kemajuan teknologi akibat AI. Di sisi lain,adanya regulasi ini juga dirancang untuk mendorong inovasi teknologi AI diTanah Air.

“Kami coba balance antara inovasi dan juga bagaimanamengamankan ataupun memitigasi risiko-risiko yang muncul. Ini yang menjadipedoman dalam penyusunan regulasi AI yang sedang dibahas di Komdigi,” tuturnya.

Sebelumnya, Komdigi sendiri telah melakukan diskusi dan‘belajar’ langsung mengenai regulasi AI dari beberapa negara yang sudahmemiliki payung hukum terkait teknologi tersebut. 

Salah satunya adalah Inggris, dimana Wakil Menteri KomdigiNezar Patria bertemu dengan Emran Mian, Direktur Jenderal Teknologi Digital danTelekomunikasi di Departemen Ilmu Pengetahuan, Inovasi, dan Teknologi (DSIT)Inggris.

Nezar dan Emran berdiskusi mengenai pembangunaninfrastruktur AI, pengembangan talenta digital serta penyusunan kerangkaregulasi untuk memastikan pemanfaatan AI yang aman, dan etis.