Influencer Kostya Kudo Tewas, Diduga Akibat Pasar Kripto Anjlok

Uzone.id –Influencer kripto sekaligus trader asal Ukraina, Konstantin Galich atau yang lebih dikenal sebagai Kostya Kudo meninggal di usia 32 tahun.
Kostya Kudo ditemukan tewas di dalam mobil Lamborghini Urus miliknya yang terparkir di distrik Obolonskyi, Kyiv, Ukraina pada hari Sabtu (11/10) waktu setempat.
Kematiannya Kostya Kudo ini juga telah dikonfirmasi melalui sebuah unggahan di kanal Telegramnya.
Unggahan tersebut berbunyi, “Konstantin Kudo meninggal dunia secara tragis. Penyebabnya sedang diselidiki. Kami akan terus mengabari Anda jika ada kabar selanjutnya,” tulis unggahan tersebut, melansirDaily Mail UK.
Berdasarkan keterangan polisi, Kostya Kudo ditemukan dengan luka tembak di kepala. Adapun senjata api yang terdaftar atas namanya juga ditemukan di tempat kejadian.
Menurut kesaksian kerabatnya, sebelum meninggal Kostya Kudo mengatakan bahwa ia merasa tertekan karena kesulitan keuangan. Kostya bahkan mengirimi mereka sebuah pesan perpisahan sehari sebelum ditemukan meninggal.
Siapa Kostya Kudo?
Kostya Kudo adalah salah satu tokoh terkenal dalam industri kripto internasional. Ia juga merupakan salah satu pendiri dari akademi ‘Cryptology Key Trading’ dengan 66.000 pengikut di Instagram, dan 97 ribu subscriber di YouTube.
Melalui laman media sosialnya, Kostya Kudo kerap membagikan tips investasi dan strategi menghadapi volatilitas pasar digital. Penjelasannya yang sederhana dan mudah dipahami tentang dunia trading dan kripto membuatnya memiliki banyak pengikut di media sosial.
Di balik kamera, ia juga terkenal akan gaya hidupnya yang penuh kemewahan lewat jajaran koleksi mobil super miliknya, termasuk Ferrari 296 GTB dan Mercedes-Benz 220 CDI.
Kejatuhan pasar kripto global
Kematian Kostya Kudo diduga berakar dari kesulitan finansial yang disebabkan oleh kejatuhan mata uang kripto global.
LaporanLivemintmenuliskan jika Kostya tengah mengelola dana investor senilai 65 juta dolar AS namun kehilangan sekitar 30 juta dolar AS karena fluktuasi pasar kripto.
Waktu kematiannya pun bertepatan dengan anjloknya pasar kripto global.
Melansir dari Fox Business, pasar kripto memang tengah diguncang oleh penurunan dramatis. Peristiwa ini menjadi salah satu penurunan nilai kripto paling tajam dalam sejarah. Diketahui, Bitcoin jatuh di bawah 110 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,7 miliar.
Keruntuhan tersebut menyusul setelah pengumuman pemerintah AS tentang tarif baru atas impor teknologi China. Langkah tersebut berhasil mengguncang investor dan memicu kepanikan banyak orang.
Joshua Duckett, direktur investigasi di sebuah firma forensik kripto mengatakan para pedagang terpaksa melikuidasi posisi, yang mengakibatkan harga anjlok bebas. Jumlah kerugian yang dialami pun bervariasi, ada yang kehilangan ratusan, ribuan, hingga capai miliaran.
"Kebanyakan orang tidak berinvestasi lebih dari yang mereka mampu kehilangan, tetapi dalam industri kripto secara keseluruhan, dalam hal perdagangan dengan leverage, jumlahnya mencapai miliaran," jelas Duckett, mengutipFox Business.
Para pedagang yang telah meminjam banyak uang untuk bertaruh pada kenaikan harga menjadi lengah, memicu gelombang likuidasi paksa yang mempercepat kehancuran.
“Pasar kripto bereaksi lebih ekstrem daripada pasar saham karena pasarnya 24/7. Anda akan melihat pasar saham bereaksi buruk. Pasar kripto bereaksi lebih ekstrem. Terjadi penurunan pasar dalam beberapa mata uang kripto yang nilainya turun selama 24 jam terakhir, terutama karena berita pasar, serta dampak berita tersebut terhadap orang-orang yang berdagang di pasar kripto,” jelas Duckett.